Sekolah Lapangan Iklim Solusi Bagi Petani

YOGYA, KRjogja.com – Hampir seluruh wilayah di Indonesia kini mengalami tren peningkatan suhu, hal tersebut dibarengi dengan perubahan curah hujan yang ekstrim. Sayangnya banyak masyarakat pedesaan yang tidak mengetahui pergeseran iklim tersebut. Dalam rangka memajukan literasi sains, BMKG mengadakan Sekolah Lapangan Iklim (SLI) bagi masyarakat desa khususnya yang memiliki lahan pertanian. 

"Kami rasa ini cukup penting karena apabila anomali iklim ini tidak diketahui oleh petani, mereka tidak bisa antisipasi banjir atau kekeringan dan akhirnya gagal panen," jelas Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG Dr Urip Haryoko Msi, Selasa (12/09/2017) dalam Seminar Nasional Pesta Sains 2017 di Hotel Inna Garuda Malioboro.

Dalam menyelenggarakan SLI,  BMKG bekerjasama dengan Kementerian Pertanian untuk penyediaan informasi tentang pola tanam. Sementara pihak BMKG sendiri menyediakan informasi tentang perubahan cuaca dan iklim. "Data itu akan dikombinasikan untuk penyuluhan kepada petani di lapangan langsung, harapannya agar petani bisa menetapkan strategi pola tanam di masing-masing cuaca yang diprediksi," jelas Urip.

Sejak tahun 2011 hingga tahun 2016, SLI sudah memberi penyuluhan terhadap 5463 petani di 33 provinsi. Sementara di Yogyakarta, SLI telah mengedukasi petani di Magelang yang berkomoditas padi. Sebelum ada SLI, hasil panen berkisar di angka 4,2 ton. Dengan SLI, hasil pertanian di Magelang pada tahun 2015-2016 menyentuh angka 7,2 ton. (MG – 07)

BERITA REKOMENDASI