Sekolah Siap Tindak Tegas Pelaku Kekerasan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Maraknya kekerasan dan kasus penganiayaan yang melibatkan pelajar di sejumlah daerah merupakan salah satu persoalan pendidikan yang harus segera dicarikan solusi. Karena kasus kekerasan tersebut tidak sekadar menimbulkan keresahan masyarakat, tapi bisa dampak negatif bagi dunia pendidikan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, sejumlah sekolah di Yogyakarta melakukan antisipasi dengan mengintensifkan pengawasan dan memberikan sanksi tegas kepada siswa yang terbukti terlibat tindak kriminalitas.

"Selain mengintensifkan pemgawasan dan pendampingan, setiap seminggu tiga kali kami selalu melakukan razia terhadap siswa. Apabila nantinya ditemukan ada siswa yang terbukti membawa senjata tajam di lingkungan sekolah kami tidak akan segan-segan untuk menindak tegas mereka. Dengan cara tersebut kami berharap adanya tindak kekerasan yang mengarah pada kriminalitas diharapkan bisa diantisipasi lebih awal," terang Kepala SMK Maarif Yogyakarta Drs Suharyanto, di Yogyakarta Jumat (16/12/2016).

Komentar serupa diungkapkan oleh Waka Kesiswaan SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta AY Suharyono. Menurut AY Suharyono, salah satu usaha menghindari kekerasan dengan memberinya kegiatan pada jam-jam kosong.

Seperti setelah selesai UAS dan menunggu datangnya liburan, sekolah menggelar Social Entrepreuner (SE) siswa diterjunkan ke masyarakat seperti mahasiswa KKN. Menurut AY Suharyono, dengan adanya kegiatan tersebut, sesama siswa ketika ketemu hanya membicarakan program apa yang akan mereka laksanakan saat SE.

Selain itu menurut AY Suharyono, untuk wilayah Yogya Utara ada kerjasama antar Waka Kesiswaan bersama petugas dari Polsek Jetis keliling ke tempat-tempat nongkrong anak muda. "Jika ada siswa membolos, nongkrong di situ akan ketahuan karena ada gurunya yang ikut keliling. Selanjutnya gurunyalah yang bertugas memberikan pembinaan lebih lanjut," ungkap AY Suharyono. (Ria/War)

BERITA REKOMENDASI