Sekolah Tatap Muka Secara Bertahap Mulai Juli

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sekolah atau pembelajaran tatap muka di kelas rencananya akan mulai digelar pada Juli mendatang. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogya tetap akan meminta restu atau persetujuan dari setiap orangtua murid terlebih dahulu.

Menurut Kepala Disdikpora Kota Yogya Budi Santoso Asrori, semua tetap bergantung dari orangtua apakah memberikan izin atau tidak. “Targetnya memang mulai semester dua atau Juli. Tapi kan kita tidak tahu ke depan seperti apa. Yang jelas kita tetap minta izin dulu ke orangtua,” jelasnya.

Dari aspek kesiapan sarana dan prasarana, lembaga pendidikan formal di Kota Yogya sudah siap untuk menggelar pembelajaran tatap muka, terutama untuk jenjang TK, SD dan SMP yang menjadi kewenangan Disdikpora Kota Yogya. Proses simulasi penerapan protokol kesehatan di sekolah juga sudah diselesaikan, baik sekolah negeri dan swasta.

Sejumlah evaluasi untuk penerapan protokol kesehatan pun berhasil dijalankan. Terutama bagi sekolah swasta yang mendapatkan catatan selama simulasi. Di antaranya menyangkut jumlah thermogun agar ada penambahan maupun penanda physical distancing di lingkungan sekolah.

“Artinya, dari unsur infrastruktur kita sebetulnya sudah siap. Tetapi kan kondisinya masih seperti ini. Harapan kita besok Juli itu sudah berangsur baik,” imbuh Budi.

Terkait dengan tahapan vaksinasi bagi tenaga pendidik dan kependidikan, menurut Budi, tinggal menunggu jadwal dari Dinas Kesehatan. Data tenaga pendidik dan kependidikan yang ada di jenjang TK hingga SMP di Kota Yogya juga sudah diserahkan ke Dinas Kesehatan.

Totalnya mencapai sekitar 8.000 orang yang meliputi guru, karyawan hingga tukang kebun di sekolah. Vaksinasi tersebut tidak hanya penting bagi tenaga pendidikan dan kependidikan melainkan juga bagi anak didik.

Hal ini karena pembelajaran tatap muka sudah cukup lama tertunda dan banyak yang berharap untuk segera dimulai. Meski selama ini pembelajaran daring tetap digelar, namun dalam hal tertentu materi pelajaran akan lebih mudah disampaikan dengan tatap muka.

Sementara itu, pengamat pendidikan sekaligus mantan ketua PGRI DIY, Ahmad Zainal Fanani SPd MA mengatakan, rencana pembelajaran tata muka tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu solusi terhadap berbagai persoalan yang mewarnai pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Karena saat pelaksanaan PJJ meski pemerintah terus melakukan sejumlah penyempurnaan, masih ditemukan adanya kendala.

“Saya kira rencana pembelajaran tatap muka pada Juli mendatang, cukup bagus. Karena kalau boleh jujur, saat ini siswa sudah mulai bosan dengan model pembelajaran PJJ (daring). Saya khawatir kalau kondisi itu tidak segera dicarikan solusi tidak hanya berdampak pada kualitas lulusan, tapi juga semangat belajar siswa,” katanya.

Diungkapkan, apabila pemerintah serius ingin memulai pembelajaran tatap muka pada Juli mendatang, alangkah baiknya apabila segala sesuatunya disiapkan dengan baik dan matang. Khususnya yang berkaitan dengan fasilitas pembelajaran tatap muka dan SDM pendukung. Jangan sampai nantinya menimbulkan persoalan baru di lapangan yang bisa mengganggu pelaksanaan pembelajaran tatap muka. (Dhi/Ria)

BERITA REKOMENDASI