Sektor Jasa Keuangan Jateng dan DIY Masih Tumbuh Positif

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Tidak dapat dipungkiri Pandemi Covid-19 yang saat ini masih merebak telah mengakibatkan perekonomian dunia mengalami kontraksi, termasuk Indonesia. Bank Dunia dan IMF bahkan menyatakan kondisi ekonomi saat ini merupakan yang salah satu terparah dalam sejarah dunia. Semua negara mencatatkan kemunduran ekonomi dan lebih dari 40 negara telah masuk dalam resesi.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah (Jateng) dan DIY Aman Santosa menyampaikan seiring dengan pelaksanaan program vaksinasi yang secara bertahap dilakukan patut disyukuri kinerja ekonomi di Jateng dan DIY telah mengalami perbaikan bila dibandingkan akhir tahun lalu.

“Pertumbuhan ekonomi Jateng meningkat dari posisi Desember 2020 sebesar -3,34 persen menjadi -0,87 persen (yoy) pada Maret 2021. Pertumbuhan ekonomi DIY meningkat dari -0,68 persen menjadi 6,14 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional pada Maret 2021 tercatat -0,74 persen (yoy),” jelasnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (2/7).

Aman mengatakan sejalan dengan mulai pulihnya perekonomian, kinerja perbankan di Jateng dan DIY terjaga dan menunjukkan tren positif dan capaiannya melebihi capaian perbankan Nasional dalam hal aset, kredit dan dana pihak ketiga (DPK).Berdasarkan data OJK posisi April 2021, aset perbankan di Jateng mengalami pertumbuhan 10,86 persen dan penyaluran kredit tumbuh sebesar 3,74 persen dan DPK 12,63 persen (yoy).

“Secara keseluruhan kinerja di Jateng lebih baik dibandingkan perbankan nasional yang tercatat 6,64 persen, serta penyaluran kredit nasional yang mencatatkan pertumbuhan -2,19 persen (yoy),” tambahnya.

BERITA REKOMENDASI