Sektor Pariwisata dan Pendidikan DIY akan Dibuka Secara Bertahap

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pembukaan aktivitas ekonomi terutama industri pariwisata dan pendidikan di DIY secara bertahap dan selektif dengan mematuhi protokol kesehatan merupakan implementasi upaya pemulihan ekonomi. Pemulihan ekonomi di DIY sendiri tergantung pada daya ungkit permintaan masyarakat agar resesi ekonomi tidak semakin parah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Heru Margono menyampaikan pertumbuhan ekonomi DIY minus 6,74 persen pada Triwulan II 2020 yang terkontraksi lebih besar daripada Triwulan I 2020 sebesar -0,17 persen (qtq). Perekonomian DIY Triwulan II 2020 terhadap Triwulan II 2019 mengalami kontraksi yang dalam yaitu 6,74 persen (yoy) atau berbalik arah jika dibanding pertumbuhan periode yang sama tahun lalu sebesar 6,77 persen.

Andil terbesar terjadinya kontraksi pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan II 2020 (yoy) diberikan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar – 3,79 persen. Dari sisi pengeluaran, terjadinya kontraksi pertumbuhan ekonomi terutama disumbangkan pembentukan modal tetap bruto yaitu sebesar – 5,42 persen, pengeluaran konsumsi rumah tangga -3,31 persen dan ekspor luar negeri -1,78 persen.

”Pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan II 2020 akan minus lebih besar daripada Triwulan I 2020, sebagaimana sudah diprediksi sebelumnya. Dampak kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat untuk pengendalian Covid-19 sangat terasa pada Triwulan II 2020. Kemudian alokasi belanja masyarakat sebagian besar untuk makan dan minum sehingga wajar apabila sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mengalami kontraksi ekonomi paling besar,” tutur Ekonom dari UPN Veteran Yogyakarta Ardito Bhinadi.

Ardito menyampaikan dengan capaian pertumbuhan ekonomi yang minus dua kuartal berturut-turut dan kelesuan ekonomi tersebut maka DIY telah mengalami resesi. Perekonomian DIY diperkirakan akan sedikit membaik seiring dibukanya beberapa aktivitas ekonomi pada Triwulan III 2020. Pemulihan ekonomi membutuhkan waktu cukup lama seiring dengan pengendalian Covid-19, sehingga krisis kesehatan harus diatasi lebih cepat agar krisis ekonomi segera pulih.

BERITA REKOMENDASI