Sektor Pariwisata di DIY Rugi Rp 80 M

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Estimasi kerugian yang dialami oleh sektor pariwisata di DIY akibat pandemi Covid-19 mencapai sekitar Rp 80 miliar. Bahkan jumlah tersebut diprediksikan masih akan mengalami kenaikan, karena belum semua pelaku wisata melaporkan kerugian yang dialami.

“Sejak Maret sampai 16 April, estimasi kerugian yang dialami pelaku wisata di DIY sebesar Rp 80 miliar lebih. Kalau dilihat dari kondisi yang ada di lapangan dan belum semua pelaku wisata melaporkan kerugian yang mereka alami, estimasi kerugian itu diprediksikan masih akan lebih tinggi lagi,” kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Rahardjo.

Dikatakan, sejumlah upaya telah dilakukan oleh para pelaku wisata untuk mengurangi kerugian. Di antaranya dengan merumahkan karyawan sampai melakukan efisiensi. Berdasarkan data yang ada, jumlah karyawan yang dirumahkan sekitar 15.000 orang adapun yang terpaksa harus di PHK sebanyak 76 orang.

Untuk karyawan yang dirumahkan itu ada yang sudah tidak menerima gaji, dan ada juga yang masih bekerja dengan sistem shift jadi menerima gaji tapi tidak penuh. Sehingga, masih ada beberapa pelaku di bidang pariwisata yang masih mendapatkan setengah gaji mereka.

“Rencananya para pekerja yang terdampak akan diarahkan untuk mendapatkan program Kartu Prakerja. Walaupun dalam realitanya tidak semuanya cocok mendapatkan program ini, karena masih ada yang tidak familiar dengan teknologi. Sehingga, kami tetap mengusahakan ada para pekerja yang terdampak mendapat bantuan lain. Adapun untuk besarannya masih akan dihitung, kemungkinan rata-rata Rp 600.000,” ungkapnya.

Lebih lanjut Singgih menambahkan, sejumlah kabupaten juga sudah membebaskan pajak hotel dan restoran, seperti misalnya di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban usaha. Sehingga beban yang mereka alami bisa ditekan. (Ria)

BERITA REKOMENDASI