Selama Agustus, Tak Ada Turis Kunjungi Yogya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tidak ada kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke DIY melalui pintu masuk Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) selama Agustus 2020. Kondisi yang sama terjadi pada bulan sebelumnya. Setelah sempat menerima 7 orang wisman yang berkunjung pada Juni 2020, kemudian turis yang datang ke DIY kembali nihil pada Juli hingga Agustus 2020 seperti pada kondisi April sampai dengan Mei 2020.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Dr Heru Margono MSc mengatakan, pola kedatangan wisman ke DIY secara umum cenderung sama selama Januari hingga Desember pada 2018 dan 2019. Tingkat kedatangan wisman tercatat tinggi pada bulan Maret, Juli, Agustus dan berada di titik terendah pada Juni 2020. Pada Januari 2020 kunjungan wisman lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 2019, tetapi masih lebih rendah apabila dibandingkan dengan 2018. Sementara pada Februari dan Maret 2020, tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama dua tahun sebelumnya.

“Kunjungan turis ke DIY mencapai titik terendah selama dua tahun terakhir pada April dan Mei 2020. Kunjungan wisman mulai merangkak naik pada Juni 2020 dan kembali berada pada titik terendah pada Juli sampai Agustus 2020,” ujar Heru di Yogyakarta, Rabu (7/10). Rendahnya tingkat kunjungan wisman ke DIY sejak enam bulan terakhir merupakan dampak dari maraknya pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda.

Sepuluh negara asal wisman yang mendominasi kunjungan ke DIY pada periode Januari hingga Agustus 2020 yaitu Malaysia, Singapura, Jepang, Jerman, China, Amerika Serikat (AS), India, Prancis, Inggris dan Australia. “Jumlah kunjungan wisman dari sepuluh negara urutan tertinggi tersebut mencapai 78,67 persen dari jumlah seluruh kunjungan turis ke DIY secara kumulatif selama Januari sampai Agustus 2020. Secara kumulatif, dari Januari hingga Agustus 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya terjadi penurunan kunjungan
sebesar 74,77 persen,” tutur Heru.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharja mengakui, DIY baru membuka pariwisata secara bertahap terutama fokus pada wisatawan lokal atau wisatawan nusantara (wisnus) mengingat akses penerbangan domestik sudah banyak dibuka. Sedangkan untuk kunjungan wisman ke DIY masih nihil karena masih ada pembatasan akses khususnya penerbangan internasional dan adanya travel warning dari beberapa negara akibat pandemi Covid-19.

“Kita membuka akses pariwisata ke DIY secara bertahap, jadi diutamakan mengoptimalkan potensi wisnus yang ada, termasuk wisatawan lokal dari dalam DIY sendiri. Saya kira untuk kunjungan turis belum dulu, masih ada pembatasan-pembatasan kunjungan dari negara tertentu ke Indonesia,” tandasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI