Selama Libur ‘Long Weekend’, Ribuan Orang Melanggar Protokol Kesehatan

YOGYA, KRJOGJA.com – Penegakan protokol kesehatan, baik di objek wisata maupun sejumlah fasilitas umum lainnya terus dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19. Namun meski pengawasan dan edukasi terkait penegakan protokol kesehatan terus digencarkan, masih ditemukan banyaknya pelanggaran. Berdasarkan data dari 4 sampai 23 Agustus, ditemukan 3.713 pelanggar tidak memakai masker di kawasan perkotaan. Sedangkan di objek wisata ditemukan 1.930 wisatawan yang melanggar.

“Berbagai upaya penegakan protokol Covid-19 terus kami lakukan. Namun ternyata belum diimbangi dengan keseriusan dan kedisiplinan masyarakat dalam mentaati protokol kesehatan. Buktinya, masih banyak ditemukan pelanggaran (tidak memakai masker). Menyikapi hal itu kami menyita KTP dan memnta para pelanggar membuat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,” kata Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Noviar Rahmad di Kompleks Kepatihan, Senin (24/8).

Dikatakan, apabila dilihat dari data yang ada, pelanggaran tersebut masih didominasi dari wilayah DIY dengan jumlah 3.111 pelanggar. Hal itu secara tidak langsung menjadi tantangan seluruh elemen masyarakat. Karena upaya pencegahan penularan Covid-19 akan bisa optimal jika ada kesadaran dan sikap proaktif dari masyarakat. Hal itu penting, karena konsekuensi dari dibukanya objek wisata dan sejumlah fasilitas publik akan berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung.

“Pada libur long weekend kemarin banyak masyarakat memadati sejumlah objek wisata di DIY. Bahkan untuk Sabtu dan Minggu jumlah wisatawan yangdatang ke Malioboro dan pantai sebanyak 27.600 orang. Kondisi tersebut sedikit banyak berdampak pada terjadinya kerumunan. Supaya penegakan protokol kesehatan tetap terjaga kami menambah jumlah personel yang bertugas,” terang Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY tersebut. (Ria)

BERITA REKOMENDASI