Selama Operasi Zebra Progo 2020, Petugas Berikan 1.696 Surat Teguran

YOGYA, KRJOGJA.com – Selama dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra Progo 2020, Senin (26/10/2020) hingga Minggu (8/11/2020), petugas lalulintas (Ditlantas Polda DIY, Satlantas Polresta Yogya, Satlantas Polres Sleman, Satlantas Polres Bantul, Satlantas Polres Gunungkidul, dan Satlantas Polres Kulonprogo), total mengeluarkan 1.696 surat teguran tertulis kepada pelaku pelanggaran lalu lintas.

Pemberian sanksi bukti pelanggaran (tilang) hanya diberlakukan pada awal-awal operasi (tiga hari pertama), jumlahnya mencapai 995 di seluruh wilayah DIY. Sedangkan kepada pelaku pelanggaran skala ringan, petugas hanya sebatas memberikan teguran lisan. Selama pelaksanaan operasi yang masih dalam situasi pandemi Covid-19, petugas lebih memfokuskan pada sosialisasi protokol kesehatan (prokes) di antaranya penggunaan masker, mencudi tangan, dan menjaga jarak. Kepada pengendara sepeda motor maupun pengemudi mobil, diwajibkan menggunakan masker, baik yang memboncengkan maupun yang diboncengkan (terutama sepeda motor).

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY AKBP Iwan Saktiadi SIK MH MSi didampingi Kabag Binopsnal AKBP Jan Benjamin dan Kasubdit Gakkum Kompol Edy Bagus Sumantri SIK, Senin (9/11/2020) menjelaskan sebagaimana dicanangkan pada awal operasi, petugas lebih mengedepankan pendekatan preventif-preemtif, sedangkan tindakan represif (penindakan hukum) dikesampingkan dengan berbagai pertimbangan. Hanya pada pelanggaran lalu lintas yang menyebabkan terjadinya kecelakaan yang berpotensi jatuhnya korban jiwa, pemberian sanksi tilang menjadi alternatif terakhir. Hal itu tidak lain disebabkan saat ini masyarakat sedang berkonsentrasi menghadapi pandemi Covid-19.

Iwan Saktiadi menyampaikan jajarannya memberlakukan sanksi tilang hanya pada hari pertama hingga ketiga, setelah itu selaras dengan ‘perintah’ Kapolri tentang perubahan cara bertindak (CB) operasi, sanksi tilang ditiadakan. Semula komposisi operasi 80 persen preventif-preemtif, 20 persen represif berubah menjadi 100 persen preventif-preemtif. “Operasi Zebra Progo 2020 bertepatan dengan masih terjadinya pandemi Covid-19, secara otomatis petugas fokus pada protokol kesehatan (prokes),” ujar Iwan Saktiadi.

BERITA REKOMENDASI