Selama Pandemi di Jogja, Penduduk Miskin Kota Naik Pedesaan Justru Berkurang

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Jumlah penduduk miskin di DIY bertambah menjadi 506,45 ribu orang atau naik 12,80 persen pada Maret 2021. Penduduk miskin di wilayah perkotaan meningkat sebanyak 5,5 ribu orang menjadi 358,66 ribu orang, sebaliknya penduduk miskin di wilayah perdesaan DIY berkurang sebanyak 2,1 ribu orang menjadi 147,80 ribu orang pada Maret 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto MSi menyatakan hasil penghitungan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2021 menunjukkan adanya peningkatan penduduk miskin di DIY. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat sebanyak 506,45 ribu orang pada Maret 2021. “Jika dibandingkan dengan kondisi September 2020, terlihat adanya penambahan penduduk miskin sebanyak 3,3 ribu orang atau sebesar 0,65 persen. Namun demikian, persentase penduduk miskin DIY tidak mengalami perubahan atau tetap sebanyak 12,80 persen selama periode September 2020 sampai Maret 2021,” ujarnya di Yogyakarta, Jumat (16/7).

Sugeng mengatakan jumlah penduduk miskin secara absolut di wilayah DIY paling banyak terdapat di daerah perkotaan. Jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan DIY tercatat 358,7 ribu orang atau lebih dua kali lipat dari jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan yang banyaknya 147,8 ribu orang sepanjang Maret 2021. Namun, penduduk miskin perdesaan justru menunjukkan adanya penurunan menjadi 147,80 ribu orang atau persentasenya turun 14,44 persen pada Maret 2021.

“Lebih dari 30 ribu penduduk DIY menjadi miskin dalam satu terakhir sebagai akibat pandemi Covid-19. Meskipun demikian, dalam satu semester terakhir, laju penambahan penduduk miskin mengalami perlambatan. Jumlah penduduk miskin bertambah 27,4 ribu orang periode Maret 2020 sampai September 2020 dan bertambah sebanyak 3,3 ribu orang pada September 2020 hingga Maret 2021,” paparnya.

BERITA REKOMENDASI