Selama PPKM Darurat, 100 Pelanggaran Terjadi Tiap Hari

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Masih banyaknya pelanggaran saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, menjadi indikator dari lemahnya kesadaran dalam penegakkan protokol kesehatan (prokes). Sehingga target dari PPKM Darurat untuk mengurangi mobilitas dan jumlah kasus diharapkan dapat segera diwujudkan.

“PPKM Darurat telah diberlakukan sejak 3 Juli. Namun berdasarkan hasil evaluasi sementara jumlah warga yang melanggar aturan PPKM Darurat masih tergolong tinggi. Hal itu bisa dilihat dari jumlah pelanggaran setiap harinya yang masih berkisar 100 pelanggaran. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, sebaliknya butuh penanganan serius. Oleh karena itu bagi mereka yang terbukti bersalah langsung kami berikan sanksi,” kata Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad.

Dikatakan, sebetulnya sejumlah upaya sudah dilakukan untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat. Terutama mereka yang masih terbukti melakukan pelanggaran.

Semua itu dilakukan supaya target dari PPKM mikro bisa tercapai maksimal. Jangan sampai pengorbanan yang selama ini sudah dilakukan menjadi sia-sia karena ulah sebagian orang yang tidak mau mentaati aturan yang sudah ada.

“Sebetulnya masyarakat sudah memahami kebijakan PPKM Darurat. Namun karena berbagai alasan seperti belum adanya bantuan sehingga mereka terpaksa harus tetap membuka usahanya, masih banyak ditemukan saat dilakukan razia. Bahkan saat kebijakan PPKM Darurat diberlakukan masih banyak pelaku usaha yang berusaha mengakali petugas. Saya berharap ke depan kasus serupa tidak terulang lagi,” papar Noviar. (Ria)

BERITA REKOMENDASI