Selamat Jalan Pak Malik……

“MUHAMMADIYAH, umat Islam, dan bangsa kehilangan. Bukan saja tokoh yang bersahaja, gigih, penuh prestasi di bidang pendidikan, berpikiran maju, inklusif, dan diterima banyak pihak. Kita kehilangan tokoh besar yang dimiliki bangsa ini,” tulis Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir.

Kalimat itu rasanya juga belum cukup untuk menggambarkan duka atas wafatnya Guru Besar UIN Sunan Ampel, Prof Dr Malik Fadjar, Senin (7/9) pukul 19.00. Harus diakui, Indonesia kehilangan kembali salah seorang tokoh terbaiknya. Tokoh yang dilahirkan di Yogyakarta, 22 Februari 1939 tersebut menghembuskan nafas terakhir di RS Mayapada Jakarta. Sakit memang sudah cukup lama. Apalagi seperti disebut Haedar Nashir, sempat terjatuh dan kemudian operasi tulang belakang dan dirawat di RS UMM. Dan kemudian dibawa kembali ke Jakarta karena kondisinya sudah membaik.

Meski sudah tidak lagi berada di stuktur kepengurusan, kepergian Malik Fadjar adalah kehilangan besar bagi Muhammadiyah. “Beliau lebih banyak bekerja bangun pusat keunggulan dan membawa umat untuk maju ketimbang banyak bicara. Pengabdiannya untuk bangsa sangat besar tanpa mengeluh, radius pergaulan dan pemikirannya pun melintasi,” tutur Haedar.

BERITA REKOMENDASI