Selasa Wage, Cara Jalan Malioboro Beristirahat

YOGYA, KRJOGJA.com – Selasa Wage menjadi hari yang menampakkan sisi lain dari Malioboro. Bisa dikatakan, hari tersebut merupakan cara jalan yang menjadi ikon di Yogya ini beristirahat dari hiruk pikuk kendaraan bermotor.

Seperti tampak pada Selasa (27/08/2019), mulai pukul 06.00 – 21.00 suasana Jaalan Malioboro sepi dari kendaraan bermotor. Wisatawan asing dan domestik nampak berlalu lalang leluasa, tanpa perlu mengkhawatirkan kendaraan-kendaraan yang biasanya memenuhi jalan Malioboro.

“Setiap Selasa Wage merupakan hari lahir dari ngarso dalem Sultan HB X, di samping itu pengoptimalan pedestrian khusus pejalan kaki dan ditambah lagi untuk mengistirahatkan jalan Malioboro dari padatnya kendaraan yang setiap harinya berlalu lalang,” ucap Adhri Yudanthara  seorang staf Dinas Perhubungan Jogja yang ditemui di kawasan Malioboro.

Ditutupnya jalan Malioboro tidak berarti jalan tersebut nampak mati, beragam kegiatan disuguhkan disana. Seperti pentas musik, workshop batik, workshop anak, permainan tradisional anak, dan berbagai kegiatan kebudayaan ataupun non kebudayaan lainnya.

Baca Juga : Indahnya Menikmati Suasan Baru Malioboro di 'Selasa Wage'

“Dari sejak awal diadakannya Selasa Wage, banyak sekali pihak-pihak yang mengajukan untuk membuka kegiatan. Jadi misalkan ada beberapa pihak yang mau membuka kegiatan dibeberapa titik Jalan Malioboro itu diperbolehkan, yang penting sistematis, tempatnya startegis, tidak menghalangi arus pejalan kaki, dan tidak menghalangi arus Trans Jogja yang masuk kesini,” ucap Adhri.

Berbagai kalangan terlihat memenuhi Jalan Malioboro dan melakukan berbagai macam kegiatan. Memanfaatkan moment Selasa Wage di Malioboro merupakan cara efektif untuk menghabiskan sisa hari bersama teman dekat, keluarga, ataupun diri sendiri.

“Saya sedikit kaget karena tadi sempat bingung harus parkir dimana. Tapi saya suka malioboro dengan keadaan seperti ini, selain mengistirahatkan para pedagang, ini juga seperti momentum untuk masyarakat agar menikmat pusat Jogja dengan berjalan kaki dan bermain-main disini,” ucap Izza Kamilah seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Rizkya Nur Utami, Komunikasi Penyiaran Islam UMY)

Baca Juga : Uji Coba Semi Pedestrian Malioboro Dilakukan Setiap Selasa Wage

 

BERITA REKOMENDASI