Selasa Wage, PKL ‘Resik-Resik’ Malioboro

YOGYA, KRJOGJA.com – Uji coba pedestrian jalan Malioboro bebas kendaraan kembali dilakukan setiap Selasa Wage yang dimanfaatkan Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk kerja bakti.

PKL Malioboro di sisi barat dan timur baik termasuk PKL keliling semua melakukan kerja bakti. Ada yang menyapu trotoar, mengumpulkan sampah yang terselip di sekitar jalur pedestrian dan menyiram jalur pedestrian dengan air.

BACA JUGA :

Uji Coba Semi Pedestrian Dilakukan Selasa Wage

Dewan Minta Rekayasa Malioboro Diterapkan Dua Kali Seminggu

"Karena ini semacam kewajiban kami karena Selasa, Wage semua PKL diwajibkan bersih bersih dan aktivitas PKL Malioboro di istirahatkan selama satu hari," kata salah satu anggoto Paguyuban kursi kelompok Andong Gamping, Sawiji (71) di sela bersih-bersih kawasan Malioboro, Selasa (27/08/19).

Mereka bersama-sama kelompok pedagang lainnya berbagi tugas, ada yang membersihkan halaman, menyapu jalan, mengosrek lantai hingga menyikat tong sampang. Mereka menyebut yang terpenting adalah gotong royong sesama pengguna Malioboro.

Pantauan krjogja.com, setiap Selasa Wage, Tidak ada tumpukan lapak dan meja milik pedagang. Di jalur lambat untuk sepeda, becak dan andong juga tampak sepi. Namun toko-toko tetap buka seperti biasa. 

"Meskipun libur, kami iklas. Kan cuman satu hari saja. Selama satu bulan kami tetap dapat rezeki, ini juga sebagai toleransi biar kami ada istirahat, dan bisa membantu yang ada di rumah," ucapnya.

Kendati demikian, mereka mengaku tidak mengeluarkan biaya sepeserpun dalam Kerja bakti itu. "Bersih bersih tidak pakai biaya sama sekali hanya suka rela. Dan pemerintah menyiapkan bak air lalu disiram. Dan kami yang bersih- bersihkan. Airnya dari pemkot," jelasnya.

Sejak tadi pagi, para Pedagang Kaki Lima (PKL), Paguyuban Andong hingga pedagang keliling sudah berdatangan untuk melakukan kegiatan rutin setiap Selasa Wage yaitu reresik Malioboro.

Sementara itu, penutupan kawasan pedestrian jalan Malioboro bebas kendaraan akan diberlakukan pukul 09:00 WIB. hingga pagi ini kendaraan mobil, motor masih diperbolehkan melintas.

"Yang diizinkan melintas hanya sepeda, becak kayuh, andong dan bus Trans Jogja. Juga kendaraan pelayanan publik seperti ambulance atau truk Damkar," kata Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit kepada wartawan.

Menurutnya, uji coba pedestrian ini bertujuan agar membiasakan masyarakat terbiaasa dengan lingkungan yang nantinya menjadi kawasan bebas kendaraan. Sehingga masyarakat dapat menyesuaikan diri ketika berkunjung ke Malioboro. "Uji coba Jalan Malioboro bebas dari kendaraan bermotor hari ini sama seperti uji coba pertama kali pada Selasa 18 Juni 2019,"pungkasnya. (Ive).

BERITA REKOMENDASI