Semakin Pedas! Harga Cabai Rawit Tembus Rp 80.000/kg

SLEMAN, KRJOGJA.com – Diduga mengalami gagal panen karena cuaca ekstrem, harga cabai rawit masih meroket. Hingga Senin (27/1/2020), harga cabai rawit di Pasar Caturtunggal (Pasar Gowok) Depok mencapai Rp 80.000/kg. Pedagang hanya bisa pasrah dan harga segera normal kembali. 

Sri Astuti (50), salah satu pedagang sayur di Pasar Gowok mengakui, harga cabai terus melambung sejak tiga minggu belakangan ini. Sebelum naik, harga cabai rawit berkisar Rp 30.000/kg. Namun sejak musim penghujan tiba, harga cabai terus melambung hingga kini mencapai Rp 80.000/kg. "Tiap pedagang jualnya beda-beda. Kalau di sini (Pasar Gowok) berkisar Rp 80.000 hingga Rp 85.000/kg," tuturnya.

Naiknya harga cabai ini tentu sangat mempengaruhi daya beli masyarakat. Menurut Sri, biasanya konsumen dari kalangan pengelola rumah makan bisa membeli 2,5 kg cabai. Saat ini hanya membeli 1 kg saja. Pedagang tak berani mengambil barang banyak karena takut busuk jika tidak cepat laku. "Saya disetori dari Muntilan. Pas harga normal saya berani ambil sampai 10 kg. Sekarang ambil 5 kg saja yang penting barang cepat habis," tandas Sri.

Hal senada disampaikan pedagang Damawiyah. Menurutnya, saat ini cabai dijual Rp 77.000/kg. Melambungnya harga cabai rawit sudah berlangsung sejak beberapa pekan belakangan ini. "Saya hanya bisa berharap harga segera turun. Kasihan para pedagang," ucapnya.

Salah satu pembeli yang juga seorang pedagang makanan keliling Bejo mengatakan, naiknya harga cabai ini memang merepotkan penjual makanan seperti dirinya. Biasanya ia membeli cabai Rp 5.000 bisa untuk beberapa kali jualan. Saat ini beli Rp 5.000 hanya bisa untuk sekali jualan. 

"Yang namanya penjual kan mau cari untung, kalau harga bahan pokoknya naik gini ya kami gimana bisa dapat untung, kita mau makan apa?," keluhnya. (Aha)

BERITA REKOMENDASI