Semangat Meraih WBBM, LPMP DIY Studi Tiru ke Semarang

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Setelah berhasil meraih predikat sebagai instansi Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) pada 2020 lalu, LPMP DIY berupaya meningkatkan kualitasnya menuju Wilayah Birokrasi yang Bersih Melayani (WBBM). Salah satunya dengan berkunjung ke LPMP Jawa Tengah pada Kamis (30/12), guna melakukan studi tiru praktik baik inovasi layanan dan pengelolaan lembaga yang telah berpredikat WBBM.

Kunjungan ke LPMP Jateng diikuti 61 pegawai yang dipimpin Kasubag Tata Usaha LPMP DIY Mustari MSi. Melalui studi tiru itu, Mustari berharap dapat melihat praktik baik LPMP Jateng dalam inovasi model penjaminan mutu pendidikan yang telah dikembangkan dan dapat diterima oleh pemerintah daerah.

Mustari berharap kunjungan ke Semarang juga dapat menggugah semangat baru untuk melahirkan inovasi layanan dan pengelolaan instansi WBBM.

Praktik baik lain yang perlu dipelajari dari LPMP Jateng adalah keberhasilannya menjalin kemitraan dengan 36 pemda serta semua UPT Kemdikbud di Jateng. Menariknya saking dipercaya oleh Pemda setempat, bahkan LPMP Jateng menjadi mitra dalam seleksi perangkat desa.

Kunjungan diterima oleh Kepala LPMP Jateng, Nugraheni Triastuti Msi, didampingi Achmad Mudhofir. Nugraheni menjelaskan, LPMP Jateng yang meraih ZI-WBK pada 2017 berkesempatan diajukan sebagai kandidat lembaga yang WBBM pada 2019. Kendati telah melakukan berbagai inovasi layanan dan tata kelola, namun ketika dievaluasi pada 2019 belum berhasil meraih WBBM.

Catatan Kemenpan saat itu pihaknya diminta kembali mereviu definisi kinerja lembaga, kemudian disarankan membangun inovasi yang mengacu kepada kinerja lembaga, serta melakukan monitoring atas implementasi inovasi layanan dan tata kelola lembaganya.

Nugraheni Triastuti menjelaskan bahwa LPMP Jawa Tengah akhirnya berhasil meraih WBBM di 2020. Dalam evaluasi entitas WBBM harus dapat ditunjukkan adanya inovasi menonjol di 6 area perubahan. Inovasinya tentu harus sesuai dengan tugas dan fungsi utama lembaga. Harus dilihat kepentingan stakeholder utama yang dilayani, untuk merancangbangun sebuah inovasi yang sesuai dengan kaidah WBBM.

Sebagai entitas WBBM, LPMP Jateng telah mengimplementasikan berbagai inovasi birokrasi melayani antara lain Qa Model, SPMI go dan Simpadu Dikbud. Semua inovasi layanan bertujuan memberi kemudahan layanan kepada pelanggan utama maupun semua pihak yang memerlukan layanan LPMP Jawa Tengah.

Nugraheni menambahkan, publik pendidikan di Jateng menaruh ekspektasi tinggi kepada LPMP untuk membantu memecahkan banyak masalah yang seringkali tidak ada hubungannya dengan tugas dan fungsi utama LPMP. Masalah klasik misalnya sertifikasi guru, tunjangan guru, PAK Guru, sejatinya bukan tugas dan fungsi LPMP. Namun kehadiran LPMP di daerah merupakan tumpuan publik untuk memperoleh banyak informasi, tentu saja jika tidak terlayani akan mengecewakan dan berdampak pada nilai kepuasan pelanggan dalam survei Kemenpan.

Maka dikembangkan inovasi “Simpadu Dikbud” online yang dapat diakses publik 24 jam. Kendati semua LPMP di Indonesia telah mengoperasikan hal sejenis, namun inovasi “Simpadu Dikbud” LPMP Jateng dioperasikan bermitra dengan 36 pemda dan 8 UPT Kemdikbud se Jawa Tengah. Hal ini menjamin referensi informasinya lebih lengkap karena mendapat support dari semua lembaga mitra.
Selain berkunjung ke LPMP Jawa Tengah,

Ketua Panitia Studi Tiru Ristiani Musyarofah juga memprogramkan kegiatan kunjungan di berbagai objek referensi sejarah dan kebudayaan di seputar Semarang. Menurut Ristiani kunjungan ditujukan untuk memperkaya wawasan pegawai LPMP DIY mengenai sejarah kebudayaan nusantara. Harapannya makin banyak ide-ide kreatif pendidikan karakter yang dapat diterapkan di LPMP DIY, mengingat eksistensi lembaganya berada di Yogyakarta yang kuat karakter kebudayaannya. (Jan)

 

BERITA REKOMENDASI