Semua Pihak Proaktif Jaga Malioboro

YOGYA (KR) – Pembuangan limbah cucian pedagang kakilima, aksi corat coret, penempelan stiker, pembuangan sampah sembarangan, hingga gesekan yang terjadi pada bulatan street furniture di kawasan semi pedestrian Malioboro, disesalkan berbagai kalangan. Kondisi tersebut tidak hanya
menjadikan kawasan Malioboro tidak nyaman, tapi bisa menimbulkan dampak negatif bagi pariwisata DIY.

“Saya sengaja memberi ruang untuk vegetasi tumbuh dan akarnya tumbuh ke bawah. Eh… lobang yang kosong malah untuk buang sampah. Bulatan-bulatan sudah banyak gesekan dan ada yang bergeser dari tempatnya semula,” kata Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PUP-ESDM DIY Muhammad Mansyur selaku Pelaksana Proyek Penataan Semi Pedestrian Kawasan Malioboro di ruang Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kompleks Kepatihan, Kamis (29/12).

Mansyur mengajak semua pihak, tidak hanya pedagang, pengunjung, tapi juga pengguna jalan maupun masyarakat untuk sadar dan proaktif menjaga Malioboro. Karena penataan Malioboro ini dilakukan dan didanai dengan uang masyarakat, sehingga perlu dipelihara bersama baik kebersihan, keamanan dan kenyamanan.

Upaya tersebut bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi semua pihak ikut bertanggung jawab dan menjaganya bersama. “Kita perlu bersama-sama berkoordinasi dan bekerja sama dengan Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta untuk menjaga penataan semi pedestrian Malioboro Tahap Iini. Awal 2017 nanti akan kita evaluasi bersama dan sebagai pengalaman agar kejadian tersebut tidak terulang kembali,” tandas Mansyur. (*)

BERITA REKOMENDASI