Sengketa Lahan Eks Bioskop Indra, Pembangunan Jalan Terus

YOGYA, KRJOGJA.com – Meski lahan eks Bioskop Indra masih terbelit masalah hukum,  dengan ditolaknya banding di  Pengadilan Tinggi (PT)  TUN Surabaya,  namun Pemda DIY memastikan proses pembangunan gedung di atas lahan eks bioskop Indra  tidak akan dihentikan dan terus berlanjut,  nantinya diimanfaatkan sebagai sentra pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro.  

"Sebagai Tergugat Intervensi II,  kami sudah menyiapkan kasasi sesuai proses hukumnya,  sebab  yang dipersoalkan Tergugat adalah proses sertifikat, bukan sertikatnya sehingga harus dipilah atau dibedakan," tutur Kepala Biro Hukum Setda DIY Dewo Isnu Broto Imam Santosa kepada KRJOGJA.com di Kompleks Kepatihan, Senin (17/12/208). 

Dewo menyebutkan yang digugat adalah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Yogyakarta, sedangkan Pemda DIY merupakan tergugat intervensi II. "Ketiga pihak sepakat mengajukan kasasi sehingga tidak perlu menghentikan proses pembangunannya. Selain itu, PTUN selama ini juga tidak pernah menunjuk kepada persoalan kepemilikan tanah karena proses yang dipersoalkan. "Kami ikuti semua prosesnya dan tidak perlu sampai dihentikan pembangunanya," tegasnya. 
 
Penggugat Sukrisno Wibowo dkk yang menyatakan sebagai ahli waris sah lahan  eks Biskop Indra menyatakan kekecewaannya "PTUN Yogya sebelumnya jelas-jelas dalam Putusan Sela meminta pembangunan dihentikan selama proses hukum, bahkan putusan PTTUN juga menguatkan PTUN, tetapi kenyataannya Pemda DIY dan Kontraktor tetap nekad meneruskan pembangunan, kami akan mengikuti proses hukum. Penghentian pembangunan tidak perlu menunggu putusan pengadilan inkracht," tegasnya. 

Karena itu Sukrisno Wibowo dkk juga akan menyiapkan langkah-langkah hukum untuk meminta haknya sebagai ahli waris,  pemilik lahan eks bioskop Indra yang sah. "Mereka yang dikatakan telah menerima tali asih dari Pemda DIY hanyalah penyewa lahan kami, sedang kami dengan bukti yang lengkap tidak dianggap pemilik," ujarnya.  (Ira/M-3)

BERITA REKOMENDASI