‘Seni Berdamai, Damai Itu Budaya’, Jauhkan Milenial dari Radikalisme

Editor: Agus Sigit

YOGYA , KRJOGJA.com – Duta Damai BNPT Regional Yogyakarta mengadakan kegiatan berupa perayaan budaya damai 2022 bertajuk ‘Seni Berdamai, Damai Itu Budaya’, Minggu (24/4/2022) di Omah Budaya Karangkajen Yogyakarta. Duta Damai Dunia Maya adalah, kegiatan kaum muda milenial yang diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Kasubdit Kontra Propaganda BNPT Kol Pas Drs Sujatmiko saat menutup acara itu menyatakan, perayaan Duta Damai Dunia Maya ini merupakan wujud kegiatan yang menerapkan skema pentahalix seperti yang selalu disampaikan BNPT untuk mencegah aksi terorisme dan radikalisme. Melalui cara seperti diharapkan bisa melawan dan mengalahkan narasi-narasi dan menjauhkan kaum milenial dari konten-konten radikalisme, intoleran dan terorisme yang bertebaran di dunia maya.

Pada kesempatan itu ditampilakan seni teater yang dimainkan kaum menyandang disabilitas bisu tuli dari komunitas Bawayang. Kehadiran mereka menarik perhatian para anggota duta damai yang mencoba memahami dari gerak-gerik mulut, tangan, wajah dan seni pantomim yang mereka atraksikan.

Menurut Sujatmiko, lewat duta damai ini, contoh bagi generasi muda yang sanggup menularkan nilai-nilai Pancasila dan menumbuhkan kesadaran antikekerasan, antiradikalisme, memelihara kerukunan dan merawat perbedaan. Siapapun, bisa mengambil dan memainkan peran di sini.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya juga menerima ide-ide kreatif dari masyarakat untuk memberikan hal-hal baru bagi kaum milenial, agar tak mudah terpengaruh dan terjebak oleh ajakan-ajakan yang menjurus pada radikalisme dan terorisme.

Pada akhirnya, menurut Sujatmiko, dunia akan menjadi damai apabila memegang prinsip seperti ‘memayu hayuning keluarga, memayu hayuning sesama dan memayu hayuning bawana, aja mbedakna sepada-pada’. “Ini filosofi Jawa yang sangat dalam maknanya,” ucap Sujatmiko. (Obi)

BERITA REKOMENDASI