Seniman Indonesia Berkesempatan Belajar di Australia

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Project 11 sebuah konsorsium pendana seniman berbakat Kamis (3/5/2018) melaunching program Australia-Indonesia Arts Forum (AIAF) bertempat di Bale Raos Kraton Yogyakarta. Program tersebut dibuat guna menjembatani seniman kontemporer Indonesia dan Australia untuk mempelajari lebih dekat seni masing-masing negara.

Resika Tikoalu, Public Relation Project 11 ditemui usai launching mengatakan pihaknya melihat potensi besar dari seniman kontemporer Indonesia yang ternyata masih bisa dieksplore lebih jauh. Karena itulah, program AIAF digagas untuk memberikan kesempatan langsung seniman Indonesia belajar ke Melbourne Australia.

“Kami lihat antusiasme warga Australia atas seni kontemporer Indonesia karena selama ini mereka selalu mengacu ke Eropa dan Amerika. Ada potensi dari seniman muda Indonesia dan karena itulah kami buat wadah untuk menjembatani antara Australia dan Indonesia,” ungkapnya.

Nantinya, AIAF bakal memberikan kesempatan seniman Indonesia untuk beresidensi di Melbourne. “Kami sudah programkan seniman nanti bisa ke Melbourne dan memberikan pengajaran seni di sana, tapi di sisi lain seniman Indonesia juga bisa belajar tentang seni yang tidak ada di Indonesia,” sambungnya.

AIAF sendiri membuka peluang besar bagi seniman Indonesia yang berminat mengikuti program tersebut tak terbatas dari disiplin bidang seni. “Karena seni universal dan netral. Orang bisa melihat tanpa ada pembatasnya, inilah alasan kami memilih seni sebagai perekat hubungan Indonesia dan Australia,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI