Sepanjang Pandemi, New Carry Pick Up Tetap Terlaris

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – New Carry Pick Up kembali mencatatkan prestasi sebagai mobil terlaris di Indonesia pada Juni 2021 lalu. Menurut data GAIKINDO, selain sebagai mobil terlaris dan berkontribusi lebih dari 7% pada keseluruhan angka penjualan mobil nasional, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga menorehkan adanya peningkatan penjualan kendaraan niaga Suzuki sebesar 28% pada retail sales dan 76% pada wholesales bulan Juni jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sukma Dewi selaku Asst to 4W Sales Department Head PT SIS menyebut peningkatan penjualan Suzuki ini memperlihatkan tingginya antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap Suzuki New Carry Pick Up yang telah membantu dan mendorong kegiatan perniagaan. “Kami berharap peningkatan penjualan New Carry Pick Up dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat,” terang Sukma Dewi.

Selain itu, agar kinerjanya tetap terjaga, konsumen harus perawatan berkala di bengkel resmi Suzuki serta memperhatikan spesifikasi kendaraan dan peraturan di jalan raya.

Terkait perawatan rutin, Hariadi selaku Asst To Service Departement Head PT SIS berharap pengguna New Carry Pick Up tetap memperhatikan perawatan kendaraan dan kapasitas muatan agar mesin mampu bekerja optimal untuk jangka waktu lama. Selain memperhatikan muatan, pemilik New Carry Pick Up disarankan untuk melakukan servis berkala ke bengkel resmi Suzuki.

Sementara Rizki Indriananta, selaku General Manager PT Sumber Baru Mobil main dealer Suzuki wilayah DIY, Kedu dan Banyumas menambahkan, saat ini meskipun penjualan New Carry Pick Up turut terimbas dampak pandemi maupun PPKM Level 4, namun kendaraan jenis ini masih jadi andalan masyarakat. “Normal sih enggak, tapi penjualan pick up low di area penjualan SBM sepanjang masa pandemi dan PPKM tetap berjalan,” ungkap Rizki, Kamis (19/08/2021).

Optimisme penjualan turut ditunjang karena di DIY dan sekitarnya sektor riil, UMKM maupun ritel tetap berjalan, sehingga kendaraan ini tetep bisa menopang operasional. Selain itu, PPKM Level 4 juga sudah mengalami pelonggaran salah satunya dibukanya bisnis mikro dan warung. “Bisnis-bisnis mikro, UMKM atau orang-orang yang selama ini mengandalkan kerja sampingan, juga tetap lebih banyak membutuhkan pick up low untuk menunjang usahanya,” tutup Rizki. (Sal)

BERITA REKOMENDASI