Sepi Pembeli, Harga Daging Sapi Masih Betah Mahal

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Yogyakarta terpantau stabil tinggi dikisaran Rp 116.000 hingga Rp 120.000/Kg. Meskipun sempat dikhawatirkan bergejolak pasca Idul Adha karena banyak yang dipotong untuk kurban, namun stok daging di tingkat pedagang dan tingkat rumah tangga aman.

"Harga daging sapi saat ini masih dikisaran Rp 116.000 sampai Rp. 120.000/Kg untuk kualitas super atau has. Harga daging sapi masih sama stabil tinggi sebelum maupun pasca Idul Adha 2016 ini," kata Penjual daging sapi, Ponirah di Pasar Beringharjo, Rabu (14/9).  

Ponirah mengatakan harga daging sapi justru bergejolak pada waktu Idul Fitri hingga menembus kisaran Rp 130.000 sampai Rp 140.000/Kg. Pasca lebaran, harga daging sapi betah mahal dikisaran Rp 116.000 sampai Rp 120.000/Kg sampai saat ini.

"Pembeli yang sepi saat ini karena mereka masih mempunyai daging kurban, padahal stok daging sapi masih banyak jadi harga bertahan," imbuhnya.

Penjual daging sapi lainnya, Murni mengaku sejauh ini harga dari tingkat distributor besar memang mahal. Terlebih harga sapi siap potong sendiri makin mahal untuk kebutuhan Hari Raya Kurban sehingga berpengaruh terhadap mahalnya harga daging sapi sampai sekarang.

"Harga dagang sapi susah turun yang ada malah semakin mahal, tidak ada bedanya Idul Adha ini harganya stabil tinggi," kata Murni.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri Dinas  Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati mengakui sebelumnya dari hasil pantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY baik ditingkat peternak maupun pedagang dikhawatirkan terjadi gejolak harga daging pasca Idul Adha. Namun kekhawatiran tersebut ternyata sampai saat ini belum terjadi karena harga daging sapi masih stabil tinggi di angka Rp 116.000 sampai Rp 120.000/Kg.

"Penjual daging sapi pun masih enggan berjualan karena masyarakat masih punya banyak stok daging dari Idul Adha. Bakalan yang telah disembelih untuk kurban memang sudah mau habis, tetapi sejauh ini masih aman stoknya di pedagang belum ada gejolak," ungkap Yuna.

Yuna menyampaikan sebelumnya diprediksi pasca Idul Adha akan terjadi gejolak harga daging karena populasi sapi siap potong berkurang cukup banyak. Untuk itu dikhawatirkan pasokan daging sapi ke konsumen via pedagang menjadi berkurang sehingga mempengaruhi harga.

"Saat ini konsumen yang membeli daging berkurang banyak  karena ini masih hari tasrik dan mereka masih mempunyai daging kurban dirumah tangga," tandasnya.

Sementara untuk harga komoditas pangan lainnya yang mengalami gejolak hanya daging ayam broiler mencapai Rp 31.000/Kg, telur ayam broiler Rp 18.000/Kg, cabai merah besar Rp 40.000/Kg dan bawang merah Rp 38.000/Kg. Komoditas pangan tergolong masih berfluktuatif di pekan kedua September 2016 ini yang rata-rata disebabkan berkurangnya produktivitas atau pasokan. (Ira)

 

BERITA REKOMENDASI