Serangan Umum 1 Maret, Bukti Perjuangan Indonesia Masih Ada

YOGYA, KRJOGJA.com – Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta kembali menggelar pameran kontemporer bertajuk 'Serangan Umum 1 Maret 1949: Yogya Mendunia' di museum tersebut, 1-6 Maret 2018. Pameran dalam rangka mengenang kembali peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 sekaligus menanamkan semangat kejuangan dan kepahlawanan kepada generasi muda.
 
Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Dra Zaimul Azzah MHum mengatakan, dalam pameran tahun ini, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY, Paguyuban Wehrkreise III Yogyakarta, Komunitas Jogjakarta 1945, Yayasan Kajian Citra Bangsa (YKCB), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Museum Sasmitaloka Pangsar Jenderal Soedirman, Museum Monumen Jogja Kembali. "Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan sejarah penting bagi Yogyakarta dan bangsa Indonesia," terang Zaimul Azzah kepada KRjogja.com disela pameran, Jumat (2/3/2018).

Dijelaskan Zaimul, ditandai raungan sirine Gaok peutup jam malam, pada pukul 06.00 WIB menjadi pembuka serangan dadakan terhadap Belanda. Tanggal 1 Maret 1949, TNI bersama rakyat melancarkan serangan terhadap Belanda di Yogyakarta. Hari itu TNI menunjukkan eksistensi kepada Belanda. TNI dan rakyat berjuang demi kemerdekaan dan keutuhan negara Republik Indonesia.

Menurut Zaimul, Serangan Umum 1 Maret 1949 memiliki dampak psikologis dan politis yakni memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan di Dewan Keamanan PBB. Walaupun hanya 6 jam Kota Yogyakarta berhasil direbut dari pendudukan Belanda, hari itu Yogya menunjukkan pada dunia internasional bahwa Indonesia masih punya kekuatan. "Serangan tersebut juga mampu menaikkan semangat juang rakyat dan prajurit," katanya. Pembukaan pameran dihadiri Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, Danlanal Yogyakarta Kolonel Laut (P) Arya Delano dan Kepala Kesbangpol DIY Agung Supriyanto.

Pameran menyajikan berbagai koleksi antara lain tempat menyarungkan pedang (Hadi Harsono), mesin jahit (Karyo Utomo), Rute MBKD (Nasution), bayonet, peralatan Ansor, teko dan nampan, patung dada Sudirman dan koleksi Sumardjono (Radio PC 2). Di halaman depan museum dipamerkan 7 unit panser dari Kikav 2 /JRTR terdiri 2 unit Panser Panhard, 3 unit Panser Anoa dan 2 unit Panser Tarantula. Adapun kegiatan pendukung di antaranya seminar, talkshow, karnaval dan teatrikal. (Dev)

BERITA REKOMENDASI