Sering Difotocopy Data E KTP Hilang?

YOGYA (KRjogja.com) – Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik tidak boleh difotokopi terlalu sering. Pasalnya, panas dari mesin fotokopi akan merusak lapisan plastik di blanko.

Menurut Sisruwadi, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogya, e-KTP memiliki beberapa lapisan, salah satunya lapisan plastik di permukaan. Jika terlalu sering difotokopi, dikhawatirkan plastik akan mengelupas dalam jangka waktu cepat.

"Maka, fotokopi e-KTP satu kali dan dari fotokopi tersebut difotokopi lagi," paparnya saat ditemui KRjogja.com di kantornya, Kamis (15/9/2016). Ke depannya, akan ada mesin pembaca e-KTP di setiap instansi terkait kependudukan, seperti Kantor Imigrasi. Mesin tersebut akan membaca KTP elektronik dan mengeluarkan data terkait pemegang kartu tersebut, sehingga warga tidak perlu lagi fotokopi.

"Teknologi seperti ini akan mengurangi peredaran KTP palsu. Corak KTP boleh mirip, namun jika tidak ada data di dalamnya tidak akan terbaca mesin," ungkapnya.

Terkait beberapa KTP elektronik yang memiliki masa berlaku hingga 2017, Sisruwadi mengatakan tanggal tersebut bisa diabaikan, karena pada dasarnya e-KTP sudah berlaku seumur hidup.

"Sudah ada surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengabaikan data itu dan berlaku hidup," pungkasnya. (MG-04)

BERITA REKOMENDASI