Sering Pulang dengan Tangan Hampa, Tukang Becak Dikejutkan Untar

YOGYA,KRjogja.com – Selama masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung tujuh belas bulan, merupakan masa sulit, termasuk para tukang becak. Terlebih selama masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), mengalami kesulitan memperoleh pendapatan yang layak untuk kehidupan sehari-hari. Bahkan sering pulang dengan tangan hampa. Karena tidak ada turis yang datang dan keengganan masyarakat bepergian.

Di tengah kesulitan mendapatkan pendapatan, sejumlah tukang becak di Kota Yogyakarta, Senin (27/9) mendapat kejutan dari Universitas Tarumanagara (Untar) Jakarta melalui wakilnya di Yogyakarta, Doddy Salman. “Turis dalam negeri dan luar negeri yang kerap menyewa becaknya tak kunjung datang. Walhasil pendapatan yang ketika ramai bisa mencapai Rp 70 ribu  sehari kini Rp 10 ribu  saja atau bahkan pulang dengan tangan kosong,” ujar tukang becak, Purwanto yang mendapatkan bantuan kejutan tersebut.

Purwanto yang biasa mangkal di seputaran Bausasran berharap dilakukannya penurunan level PPKM. Dengan demikian, para wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal dapat kembali berdatangan ke kota Yogyakarta. Dan aktivitas para penarik becak pun kembali meningkat. “Kita berharap perekonomian kita bisa pulih kembali.

Doddy Salman mengemukakan, masa pandemi Covid-19 yang belum usai menjadi keprihatinan. Melalui program peduli, Universitas Tarumanagara juga memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, khususnya para tukang becak. “Bantuan 20 paket sembako berupa beras, minyak goreng, kopi, gula, mie instan dan sarden kiranya dapat mengurangi penderitaan para tukang becak,” ujar Doddy. (Jon)

KR-Istimewa
Penyerahan bantuan kepada tukang becak terdampak pandemi Covid- 19.

BERITA REKOMENDASI