Sertifikasi Tingkatkan Kesejahteraan Musisi

Editor: Ivan Aditya

SERTIFIKASI harus berdaya guna bagi pemiliknya. Tidak sekadar kebanggaan yang ditempel di dinding saja. Demikian kata Dwiki Darmawan, usai memberi materi di acara Pelatihan Berbasis Kompetensi di Hotel Jayakarta Yogyakarta bulan lalu.

“Ada yang bingung fungsi sertifikasi. Dengan punya sertifikasi, akan dihargai dan memotivasi mereka untuk masa depannya. Sertifikasi harus bermanfaat bagi musisi. Itu senjata meningkatkan kesejahteraan,” ujar musisi berusia 54 tahun itu.

Acara yang diadakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) DIY, dan PAPPRI Jawa Tengah, diikui 100 musisi.

“Respons para musisi sangat luar biasa. Banyak yang ingin ikut meski kuota sudah terpenuhi. Kegiatan ini sangat positif,” ujar Julian Suman, Ketua PAPPRI DIY.

Pelatihan kompetensi seperti ini, di mata Dwiki sangat bermanfaat. Dan ini memang kewajiban pemerintah menyelenggarakannya. “Pada prinsipnya memulai itu lebih baik daripada tidak. Sharing ilmu penting. Saya mendukung kegiatan semacam ini,” terang Dwiki yang sempat terpukau penampilan beberapa peserta.

Sertifikasi memang masih pro kontra terkait kegunaannya. Namun musisi Andi Bayou menyembut sangat berfaedah. “Main di luar negeri dimintai itu (menunjukkan sertifikasi). Main di Singapura, itu (sertifikasi) juga dipakai,” papar Andi yang berkali pentas di manca negara.

Tentang pro kontra, Andi mengesampingkannya. “Kalau pro kontra terus, kapan jadinya?” ucap Andi. (Latief Noor Rochmans)

BERITA REKOMENDASI