Sertipikat Rumah Rp 6,5 Miliar Diagunkan untuk Ajukan Kredit

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dua orang karyawan salah satu bank di DIY membenarkan telah terjadi jual beli tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Magelang seharga Rp 6,5 miliar dari pasangan Agus Artadi dan Yenny Indarto kepada Gemawan Wahyadhiatmika serta Yulia. Dalam proses jual beli tersebut, selain pihak bank juga telah disaksikan langsung oleh notaris.

Hal tersebut terungkap dalam persidangan dalam kasus tindak pidana pasal 167 KUHP tentang memasuki pekarangan orang lain tanpa izin dengan terdakwa pasangan suami – istri pengusaha Agus Artadi dan Yenny Indarto yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta, Kamis (10/09/2020). Dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Edi Budianto SH menghadirkan saksi masing-masing Lukman Hakim dan Eri Utomo.

“Jual beli tanggal 27 September 2018. Yang hadir pihak penjual Pak Agus dan Bu Yenny, pembeli Pak Gemawan dan Bu Yulia, lalu ada notaries,” terang Lukman Hakim di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Bandung Suhermoyo SH.

Ia mengatakan sertipikat tanah saat itu masih atas nama Agus Artadi yang diagunkan di bank tempatnya bekerja. Dalam proses jual beli itu Gemawan Wahyadhiatmika dan Yulia sebagai pembeli akan melunasi sertipikat yang digunkan itu dengan cara mengajukan kredit ke bank tersebut.

Saksi juga mengatakan jika kredit yang diajukan Yulia yakni sebesar Rp 2 miliar. “Bu Yulia mengambil kredit sejak 27 September 2018, pengajuannya sekitar tanggal 9 sampai 13 Agustus,” tambahnya.

Lukman Hakim juga mengungkapkan jika harga tanah dan bangunan tersebut Rp 6,5 miliar. Sebesar Rp 3 miliar dibayarkan saat akta jual beli (AJB) dan Rp 2 miliar akan diselesaikan kepada bank. Sedangkan sisanya Rp 1,5 miliar sepengetahuan saksi akan dibayarkan pembeli kepada penjual dalam bentuk barang.

“Dalam AJB mengetahui Rp 3 miliar, melihat kuitansi dan akta jual dibacakan. Setelah itu ada kuitansi senilai Rp 3 miliar,” tambahnya.

Kesaksian yang hampir sama juga dikatakan Eri Utomo. Ia mengatakan jika Agus Artadi pernah mengajukan kredit di bank tempatnya bekerja dengan agunan tanah dan bangunan. “Sertipikat telah selesai dengan cara menjual aset kepada Bu Yulia,” terangnya.

Dalam persidangan ini kuasa hukum terdakwa Oncan Poerba SH banyak menanyakan beberapa hal, salah satunya tentang prosedur pengajuan kredit di bank. Ia menyoroti perihal sertipikat masih atas nama terdakwa namun bisa menjadi agunan pengajuan kredit yang dilakukan oleh pelapor. (Van)

BERITA REKOMENDASI