Serukan Tidak Mudik, Muhammadiyah Hadirkan 5 Rumah Isoman

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Centre (MCCC) kembali menyerukan warganya untuk tidak melaksanakan mudik pada Hari Raya Idul Fitri mendatang. Karena pandemi masih terjadi dan kondisi belum bisa dianggap anggap. Muhammadiyah kini bahkan membuat 5 tempat isolasi mandiri, yakni di PP Aisyiyah, Unisya, Zaitun, Unires dan Gose PKU Bantul.

“Kami sudah melaksanakan vaksinasi dan bukan hanya untuk warga atau keluarga Persyarikatan saja. Karena Persyarikatan Muhammadiyah juga melaksanakan vaksinasi lintas-iman,” jelas Wakil Ketua MCCC Arif Jamali MPd dalam konferensi pers virtual dipusatkan di TVMu, Rabu (28/4) sore. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di Yogyakarta namun juga di Jakarta dan pelbagai tempat lain.

Mengenai isolasi mandiri, Arif mengakui saat ini cukup banyak orang tanpa gejala (OTG) yang bisa membahayakan lingkungannya. Namun ada persoalan kalau diisolasi di rumah, karena kondisi rumah tinggal yang tidak memungkinkan, untuk isolasi. “Kini beberapa wilayah juga mulai mengembangkan pengembangan tempat isolasi,” ujar Wakil Ketua MCCC Arif Jamali MPd dalam konferensi pers virtual dipusatkan di TVMu, Rabu (28/4).

Arif mengingatkan dan mengajak warga untuk belajar dari kasus India, yang sejatinya sudah ‘hampir lepas’ dari pandemi. Namun karena terlena, kini kasusnya justru melesat. “Nah kita juga akan menghadapi peristiwa besar yakni mudik dan idul fitri, Itulah yang menjadi alasan kita untuk menyerukan tidak mudik,” tambahnya.
Dikatakan, jika dilihat grafik kasus Covid-19 memangsudah mulai menurun. “Namun persoalan Covid-19 tidak sekadar grafik naik atau turun. MCCC tegaskan, wabah belum berakhir dimana hulunya adalan bagaimana masyarakat memenuhi dan taat protocol kesehatan,” ujar Arif.

Sejak awal pandemi Covid-19 satu setengah tahun lalu, lanjutnya, Persyarikatan per 27 April 2021 sudah melibatkan 85 rumahsakit Muhammadiyah dan Aisyiyah di pelbagai provinsi. Adapun penerima mafaat mencapai sekitar 31 juta dengan mengeluarkan anggaran di luar rumahsakit sekitar Rp 344 miliar. “Ini termasuk untuk pembagian masker, paket sembako, pemberdayaan masyarakat, gizi ibu hamil dan anak serta yang lain,” ujar Wakil ketua MCCC. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI