Shin Ichikawa Baraka Terkesan Keramahan Orang Yogya

Editor: Ivan Aditya

MESKI kondisi pandemi masih mengkhawatirkan namun tak sedikit band bernyali merilis album baru, padahal mereka terdampak merebaknya Corona. Baraka, band asal Jepang salah satunya. Maraka meluncurkan album baru bertitel Maverick pada Rabu (20/01/2021) sebulan lalu.

Band ini beraliran progresif yang meramu rock, jazz, funk dan blues. Baraka dibentuk tahun 1997 di Tokyo oleh tiga musisi Issei Takami (gitar, gitar synth), Shin Ichikawa (bass, pedal synth) dan Max Hirashi (drum).

Dalam 23 tahun eksis di kancah musik, Baraka telah meluncurkan 16 album. Trio yang mendunia ini juga pernah dua kali manggung di NgayogJazz, tahun 2013 dan 2019.

Minggu lalu KRJOGJA.com mengirim email berisi pertanyaan kepada Shin Ichikawa, pebass Baraka. Shin membalas email sebanayk empat kali. Pertama mengucapkan terima kasih atas wawancara via email dan berjanji akan membalas secepatnya Jumat (29/01/2021). Sehari kemudian Sabtu (30/01/2021), Shin mengirim biodata Baraka dan foto sambil janji email akan dibalas besok. Minggu (31/01/2021) malam, Shin menjawab pertanyaan-pertanyaan dan satu setengah jam kemudian ia mengirim email lagi :

Dear Latief. Mengacu pertanyaanmu nomor 10 dan 11, aku respek semua pebass profesional dan amatir, semua pencinta bass. Maka sangat tidak mungkin memilih salah satu. So sorry. Jangan lupa tambahkan alamat ini: barakarock.com di artikelmu. Bisa memilih yang berbahasa Inggris.
Arigato.
Shin Ichikawa.

Berikut wawancara via email dengan Shin.

Komentarmu tentang Covid-19 yang berdampak pada industri musik?

Musik industri telah hancur di seluruh dunia. Banyak orang merasakan itu. Sangat menyakitkan tak bisa melihat konser-konser dan pertunjukan di mana artis dan penonton bisa bertemu langsung bersama-sama. Kami berharap kami bisa menikmati kondisi normal lagi agar bisa menggelar pertunjukan musik secepatnya.

Sebagai personal, apakah kamu terdampak pandemi ini?

Ya. Sebab pentas kami berdasar jadwal sebelum Covid-19. Pentas-pentas kami telah berubah drastis. Kami meluncurkan DVD album studio baru bertitel Maverick di mana ini merupakan album asli ke-11 kami.

Apa yang kamu lakukan di masa pandemi?

Nonton film, baca buku, dan istirahat santai.

Menurut prediksimu, kapan pandemi ini berakhir?

Kami berdoa, kami berharap obat dan vaksin bisa efektif segera. Kami juga percaya kami akan dalam kondisi hidup normal lagi, pentas musik dalam waktu tak lama lagi.

Bagaimana dengan Baraka. Kalian optimis dengan penjualan album dalam situasi seperti sekarang?

Biasanya kami menjual CD di sela kami manggung, bila dalam kondisi normal. Namun penggemar kami orang-orang Jepang bisa mendapatkan langsung CD kami di toko-toko CD musik atau toko online. Sebagai pilihan, kamu bisa mendengarkan album baru kami via penyedia musik streaming seperti iTunes, Amazon, dan YouTube. Kami harap banyak orang mendengar album kami.

Dua track di album baru ‘Maverick’, yaitu ‘Luciano I’ dan ‘Viridian’ sangat menarik. Bisa diceritakan latar belakang terciptanya dua track itu?

Terima kasih telah mendengarkan lagu-lagu kami. Dua dari semua lagu kami itu merupakan struktur sangat sederhana dari jenis musik Baraka.

Baraka pernah tampil di NgayogJazz. Apa komentarmu tentang acara itu?

NgayogJazz merupakan great event. Kami mendatangi banyak festival musik di banyak negara, dan NgayogJazz salah satu festival yang paling cantik dari berbagai festival tersebut. Juga kami merasakan atmosfir Asia dan Indonesia di acara itu.

Bagaimana dengan orang-orang Yogya yang pernah kamu temui?

Kami terkesan dengan senyum, sikap ramah dan kehangatan dukungan orang-orang Yogya.

Ada rencana pentas lagi di Yogyakarta?

Tentu saja kami senang mengunjungi ke acara itu lagi. Kami berharap suatu saat kami bisa bertemu dengan penggemar kami di Yogyakarta. (Latief Noor Rochmans)

BERITA REKOMENDASI