Siapakah Penemu Balon Udara?

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) –  Balon udara yang beterbangan di langit Yogyakarta beberapa hari terakhir hingga jatuh dirumah warga cukup menghebohkan. Belum diketahui pasti darimana asal balon udara diterbangkan, namun pihak terkait seperti BPBD DIY hingga Lanud Adisucipto menyatakan balon udara 'liar' ini sangat membahayakan jalur penerbangan.

Balon udara yang terbuat dari karet ditemukan oleh ilmuwan Prancis bernama Josep dan J. Montgolfier pada abad 18.  Josep dan J. Montgolfier adalah saudara kakak beradik. Awal konsep balon udara, berasal dari rasa penasaran Montgolfier bersaudara saat mereka mengamati potongan kertas yang ada di perapian dapat terbang ke atas cerobong karena terbawa asap. Melihat berfikir asap dapat mengangkat apapun ke atas langit.

Seperti dikutip dari www.penemu.co, Montgolfier bersaudara mulai melakukan eksperimen dengan menggunakan tas yang terbuat dari kain sutera halus yang diletakkan dibawah kertas yang dibakar pada sebuah lubang dan hasilnya tas tersebut dapat naik keatas. Setelah eksperimen tersebut, mereka mulai menggunakan bahan wol dan jerami untuk dibakar supaya dapat menghasilkan asap yang banyak, karena menurut mereka asap mengandung gas yang lebih ringan dibanding udara, dan mereka mengetahui bila udara panas dapat memberikan tekanan ke atas.

Mereka berhasil menciptakan balon udara yang dapat mencapai ketinggian hingga 6.000 kaki dan mendarat sejauh satu mil pada tahun 1783. Setelah sukses dengan balon udara tersebut, selanjutnya mereka mengundang saudara-saudaranya untuk datang ke Paris. Pada akhir September 1782 Montgolfier berhasil menerbangkan Jean-Francois Pilatre de Rozler, Francois Laurent dan Marquis d’Arlandes menggunakan balon udara tersebut di langit Paris, untuk melihat pemandangan dari atas. Penerbangan tersebut berlangsung selama delapan menit dan mendarat dengan sempurna.

Setelah keberhasilannya tersebut, Montgolfier bersaudara merencanakan membuat balon udara yang dilengkapi dengan awak penerbangan. Ada beberapa orang yang mengatakan bila penerbangan tersebut dapat berbahaya, namun ada sebagian orang yang percaya bila penerbangan dengan balon udara tersebut aman, sehingga harus dilanjutkan. Setelah mereka berhasil membuat balon udara berawak, pilot pertama yang mengendalikan balon udara tersebut adalah seorang dokter muda yang memiliki rasa ingin tahu tinggi bernama Jean Francois Pilatre de Rozier dan Pilatreand Marquis d’Arlandes, infanteri utama yang berlayar tinggi selama dua puluh lima menit, pada 20 November 1783. (*/Ngip)

 

BERITA REKOMENDASI