Siapkan Fasilitas Dasar Investasi

YOGYA (KRjogja.com) –  Investasi di DIY diarahkan pada 'Labour Intensive' atau padat karya yang ramah lingkungan bukan yang bersifat 'Capital Intensive' atau investasi besar-besaran yang polutan. Promosi investasi yang dilakukan Pemda DIY telah cukup gencar, namun masih terkendala belum siapnya fasilitas dasar investasi.

"DIY memang tidak menginginkan investasi besar dan 'high polutan', kebanyakan investor itu 'capital intensive' dan banyak yang ingin masuk di industri besar. Hal-hal ini sulit masuk secara luas di DIY dan kita masih ada kekurangan terkait dengan dukungan dari kebutuhan dasar investasi," tutur Kepala Perekonomian dan Sumberdaya Alam Setda DIY, Sugeng Wibowo kepada KRjogja.com di Bangsal Kepatihan, Kamis (18/8/2016).

Sugeng mengatakan kebutuhan atau fasilitas dasar invenstasi tersebut antara lain ketersediaan listrik, air, akses jalan dan sebaginya. Untuk itu, pihaknya tengahnya berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar tersebut.

"Banyak investor yang menanyakan fasilitas dasarnya karena banyak yang belum siap atau masih belum siap, kebanyakan tidak lanjut," ujarnya.

Lebih lanjut disampaikannya, DIY memang  telah memiliki kawasan industri. Industri ataupun investor yang masuk kesana diserahkan kepada pengelola kawasan industri. Peluncuran kawasan industri tersebut sudah dilakukan Gubernur DIY beberapa waktu lalu,  selanjutnya akan dibangun fasilitas pendukungnya baik tahun ini maupun 2017 mendatang.

"Adanya kawasan industri yang dilengkapi fasilitas investasi diharapkan makin banyak investor yang masuk melalui mekanisme pengelola kawasan. Arahannya untuk padat karya atau 'labour intensive' dan bercirikhas DIY berupa industri IT serta ramah lingkungan," jelas Sugeng.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan investasi berupa pembangunan hotel di Kota Yogyakarta dan Sleman harus dibatasi. Hal ini diwujudkan dengan dikeluarkannya moratorium pendirian hotel di kedua daerah tersebut selama lima tahun.

"Daerah lain seperti Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo justru minim hotel. Maka konsepnya akan diarahkan untuk pondok singgah bukan hotel bintang untuk memperpanjang lama tinggal atau hunian wisatawan," imbuhnya. (R-4)

 

BERITA REKOMENDASI