SiBakul Jogja Bertransformasi Menjadi Markethub

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sistem Informasi Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha Pemda DIY atau yang dikenal dengan SiBakul Jogja kini telah bertransformasi menjadi Markethub seiring adanya pandemi Covid-19. Kehadiran SiBakul Jogja Markethub ini merupakan bagian dari stimulus dari Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) DIY kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar terus memasarkan produknya dengan difasilitasi pemasaran melalui daring.

“Bahkan, UMKM yang produknya terbeli dibantu dengan keringanan bebas ongkos kirim (ongkir) yang biaya ditanggung Pemda DIY Intinya SiBakul Jogja didesain sebagai media UMKM membantu pemasaran produk-produk yang layak. Sehingga skema free ongkir adalah bentuk investasi Pemda DIY guna lebih memberdayakan UMKM, dalam rangka pemulihan ekonomi dan mendorong tingkat konsumsi masyarakat DIY,” tutur Kepala Dinkop UKM DIY Srie Nurkyatsiwi di Yogyakarta, Rabu (20/10/2021).

Siwi menjelaskan SiBakul Jogja merupakan pusat data Koperasi dan UMKM Pemda DIY dimana seluruh kegiatan pembinaan Koperasi dan UMKM di wilayah DIY wajib terintegrasi dengan sistem data SiBakul Jogja. Upaya ini bertujuan agar dapat menjaga soliditas, keterbaruan, akurasi dan integritas data Koperasi dan UMKM yang sangat membantu memberi gambaran yang tepat postur kekuatan Koperasi dan UMKM di DIY, sehingga dapat diarahkan secara tepat efektif dan berdampak.

“Sistem manajemen kegiatan pembinaan Koperasi dan UMKM di DIY ini diharapkan secara efektif mampu memandu Koperasi dan UMKM dalam menentukan langkah modernisasi cara pengelolaan dan memajukan lembaganya. Dengan demikian Koperasi dan UMKM betul-betul menjadi tulang punggung roda ekonomi yang tangguh, efektif dan modern,” ujarnya.

SiBakul Jogja pun menghadirkan tata kelola UMKM modern berbasis data yang valid dalam memenuhi kebutuhan penyusunan kebijakan, integrasi aplikasi dan kolaborasi optimasi potensi Koperasi dan UMKM DIY. Secara garis besar UMKM yang ikut markethub bebas ongkir jumlahnya sudah menjadi 2.000 UMKM pada pertengahan 2021. Sementara UMKM yang sudah terdaftar lewat SiBakul Jogja sudah mencapai 300.000 UMKM.

“SiBakul Jogja sebenarnya sudah ada sejak 2019 lalu, namun pada saat diluncurkan masih dalam skema pendataan UMKM yaitu proses mendata dan membina klaster UMKM. Sebab awalnya ratusan ribu UMKM belum berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dengan adanya SiBakul Jogja maka UMKM sudah berbasis NIK sehingga tiap NIK dapat diketahui jenis usahanya, punya sertifikasi atau tidak dan punya daya saing atau tidak,” papar Siwi.

Sementara itu, Siwi menambahkan transaksi SiBakul Jogja Markethub mencapai 150 transaksi per hari pada tahun ini. Sedangkan totol ongkir yang digulirkan telah mencapai Rp 1,5 miliar sejak awal 2020 sampai Agustus 2021 lalu. Stimulus ini memberikan dampak terhadap ekonomi yang digerakkan atau volume pembelian yang terjadi di UMKM sekitar Rp 10,5 miliar atau hampir tujuh kali lipat ongkir yang digerakkan berdampak pada perputaran roda perekonomian daerah.

“Layanan bebas ongkir SiBakul Jogja Markethub sudah menjajaki pasar ekspor luar negeri. Artinya komitmen SiBakul Jogja terhadap pemberdayaan UMKM yang tangguh, sudah sangat serius. Kami sangat berharap SiBakul Jogja menjadi rumah bagi UMKM, tempat berkonsultasi terkait dengan tata kelola bisnis kedepannya sebagai wujud komitmen dan kesungguhan Pemda DIY,” pungkasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI