Sidak Tabung Gas Bersubsidi Berlanjut, Hasilnya Mengejutkan

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak 90 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram atau gas bersubsidi berhasil diselamatkan dari salah penggunaan. Hal itu merupakan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang digelar petugas gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogya, Polresta, Hiswana Migas dan Pertamina di sejumlah warung makan.

Terdapat delapan rumah makan yang menjadi sasaran sidak, namun hanya lima tempat yang ditemukan menggunakan tabung gas subsidi. "Saat itu juga kami lakukan penggantian dengan tabung non subsidi yakni bright gas ukuran 5,5 kilogram. Pemilik warung makan bersikap kooperatif," tandas Sekretaris Disperindag Kota Yogya Agus Maryanto, di sela memimpin sidak, Selasa (17/12/2019).

Sidak tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur DIY Nomor 510/0086 terkait pengendalian penggunaan gas tabung ukuran 3 kilogram. Dalam edaran itu disebutkan jika restoran, usaha peternakan, usaha pertanian, usaha batik, usaha binatu, usaha jasa las, usaha tani tembakau serta ASN dilarang menggunakan gas subsidi. Dua tabung gas ukuran 3 kilogram, langsung ditukar dengan satu tabung bright gas ukuran 5,5 kilogram.

Kepala Bidang Bimbingan Usaha Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disperindag Kota Yogya Benedict Cahyo Santosa, menambahkan dalam sidak kali ini pihaknya masih memberikan pembinaan. Jika kelak masih ditemukan pelanggaran yang sama, maka pangkalan gas yang ada di wilayah setempat bisa dikenai sanksi berupa pencabutan izin dari agen. Saat ini terdapat 860 pangkalan dan 13 agen di Kota Yogya. Sedangkan pengecer mencapai ribuan orang.

"Tabung gas ukuran 3 kilogram itu kan pemanfaatannya untuk keluarga miskin. Dari sisi ketersediaan sangat cukup. Kalau terjadi kelangkaan berarti sisi distribusinya yang tidak tepat. Aspek distribusi ini yang kami awasi melalui sidak," ungkap Benedict Cahyo Santosa.

Dari salah satu rumah makan yang kedapatan menggunakan gas 3 kilogram, rata-rata sebulan bisa menghabiskan 150 tabung. Jika diasumsikan dengan kebutuhan gas keluarga miskin, maka jumlah tersebut setara untuk 20 KK per bulan.

Sementara salah satu pemilik warung makan di wilayah Pandeyan Umbulharjo, Mangun, mengaku menyambut baik pembinaan dari tim gabungan tersebut. Dirinya bahkan secara suka rela menyerahkan puluhan tabung gas bersubsidi yang masih berada di rumahnya. Menurutnya, rata-rata dalam sehari ia membutuhkan tujuh tabung gas ukuran 3 kilogram. Seluruh kebutuhan tabung diantar oleh pengecer dengan harga sekitar Rp 20.000 per tabung.

"Mungkin banyak yang belum tahu terkait penggunaan tabung 3 kilogram. Dengan diganti begini, mudah-mudahan isinya penuh. Tadi juga diberikan cadangan. Ada 25 tabung ukuran 3 kilogram, dan diganti dengan 13 tabung bright gas ukuran 5,5 kilogram," akunya.(Dhi)

BERITA REKOMENDASI