Sistem Peringatan Dini Bencana Belum Aksesibel

YOGYA, KRJOGJA.com – Sistem peringatan dini bencana atau Early Warning System di Indonesia saat ini hampir semuanya berbasis suara. Hal ini tidak dapat diakses oleh teman tuli karena ada hambatan di pendengaran.

Hal tersebut muncul dalam Webinar ‘Tuli Belajar Bencana, Dalam Rangka Refleksi 15 Tahun Gempa’ yang diselenggarakan oleh komunitas Dunia Tidak Lagi Sunyi (DTLS) dan Ruang Mendengar, Senin (27/5). Webinar menghadirkan tiga narasumber dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, yakni Kepala Stasiun Meteorologi YIA Warjono, Kepala Stasiun Geofisika Sleman Ikhsan dan Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Reni Kraningtyas.

Belum aksesibelnya EWS tersebut masih menjadi PR besar nasional. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem agar EWS bencana juga dapat diakses oleh teman tuli. Dapat dimulai dari teman-teman yang tergabung dalam komunitas untuk menentukan formula terbaik dan tentunya dapat diakses oleh semua pihak.

BERITA REKOMENDASI