Siswa Bingung Pilih Jurusan, Disiapkan Pendamping Khusus

YOGYA, KRJOGJA.com – Mendekati kelulusan, siswa SMAmulai mempersiapkan jurusan yang akan dipilih di perguruan tinggi (PT). Apalagi dalam hal ini sistem penerimaan mahasiswa baru ada sedikit perbedaan dan masih banyak siswa yang bingung. Namun demikian, kebanyakan siswa sudah mantap dengan pilihan jurusan, tidak hanya mengikuti jurusan pilihan temannya.

Guru Bimbingan Konseling (BK) SMAN 6 Yogya Redita Yuliawanti mengatakan, dari sekolah ada pendampingan pemilihan jurusan melalui beberapa kegiatan. Mulai dari konseling karir, peta jurusan yang disusun berdasar jawaban siswa dengan mengisi
angket pemilihan jurusan dan peta perguruan tinggi. Selain itu di SMAN 6 Yogya juga ada kegiatan faculty fair dan career day yang diadakan BK.

"Dalam pendampingan jurusan ini mayoritas memang dari BK. Tapi juga ada kolaborasi dengan guru mapel, kurikulum, wali kelas dan orangtua. Pengisian angket pilihan jurusan dimaksudkan agar sekolah memiliki sebaran jenis prodi. Selain itu juga agar siswa tidak numpuk di salah satu jurusan di universitas tertentu,” urai Dita kepada KR, Kamis (31/1).

Dita menambahkan, BK SMAN 6 Yogya juga bekerja sama dengan beberapa PTS untuk pelaksanaan tes TPA dan tes minat karir. Menurut Dita, mayoritas siswa atau sekitar 75 persen sudah paham kemauan jurusan yang dipilihnya. Dan sisanya masih galau karena takut pilihan ketinggian atau harus mengikuti pilihan orangtua maupun ikut-ikutan teman memilih jurusan-jurusan yang sedang ngetrend.

Kepala SMK Maarif Yogyakarta Suharyanto mengungkapkan, kecermatan dalam pemilihan jurusan memiliki kontribusi cukup besar dalam kesuksesan SBMPTN. Oleh karena itu, supaya siswa tidak salah dalam memilih jurusan sekolah sengaja memberikan pendampingan dan les khusus. Tidak hanya itu supaya hasilnya bisa maksimal, sekolah sengaja mengintensifkan koordinasi dengan orangtua. Tindakan itu dilakukan supaya jurusan yang dipilih dalam SBMPTN benar-benar sesuai dengan kemampuan dan potensi anak.

"Kami selalu menegaskan kepada anak dan orangtua agar jangan memaksakan diri dalam memilih jurusan. Sebaliknya pemilihan jurusan tersebut harus disesuaikan dengan kompetensi dan bakat anak. Karena kalau mereka sampai memaksakan diri untuk masuk jurusan tertentu dikhawatirkan justru akan mengalami kesulitan," terang Suharyanto.

Terpisah Kepala SMAN 9 Yogya Drs Jumadi MSi menjelaskan sekolah memang mengarahkan tetapi keputusan tetap kepada siswa. Mengarahkan sejak siswa mendaftar SNMPTN. Verivikasi di PDSS sudah selesai. Menurut Jumadi sekolah dalam mengarahkan siswa sesuai dengan kompetensinya."Sebetulnya siswa sudah bisa mengukur dirinya sendiri. Peringkat berapa dia," kata Jumadi. (R-2/Ria/War)

BERITA REKOMENDASI