Siswa SMK Binatama Kembangkan Minyak Jerawat dari Daun Talok

YOGYA, KRJOGJA.com – SMK Kesehatan Binatama mendapat predikat SMK Rujukan dari Direktorat Pembinaan SMK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI di tahun 2019 ini. Berbagai keunggulan terus dimaksimalkan untuk menegaskan ciri khas pembelajaran di sekolah tersebut. 

Beberapa hal menarik dilakukan seperti pengembangan pembelajaran berbasis IT hingga pembuatan aplikasi Binatama Store untuk mewadahi produk-produk kreasi siswa SMK tersebut. Aplikasi berbasis android ini memungkinkan masyarakat mengakses produk serta layanan-layanan unggulan SMK Kesehatan Binatama seperti terapi komplementer, bekam, pijat bayi, facial, home care dan cek kesehatan. 

Produk-produk olahan siswa sangat menarik beberapa diantaranya seperti Adhikara Olea yakni minyak alami dari daun talok atau kersen, Zalaku Tea dan Medinilia Effervescent. Adhikara Olea tahun 2018 lalu mendapat juara kedua kompetisi Wirausaha Muda SMK Kesehatan Tingkat Nasional. 

Adhikara Olea digagas beberapa siswa salah satunya, Maharani Dea Agralalita dari jurusan Keperawatan. Minyak tersebut digunakan untuk pijat wajah atau facial dengan keunggulan melawan bakteri penyebab jerawat. 

“Prosesnya hampir semua menggunakan bahan-bahan alami, kami padukan sendiri dan ada tiga varian untuk kulit normal, berjerawat dan anti penuaan. Sudah kami tawarkan melalui instagram sembari menunggu proses sertifikasi Balai POM dan Halal MUI,” ungkapnya di sela perayaan HUT ke-7, Selasa (17/12/2019). 

Denta Victoria Agustin, siswi pencetus Medinilia Effervescent dari bahan buah Parijoto pun mengaku melihat potensi dari tanaman yang mudah dijumpai di Yogyakarta. “Rasanya asem-asem segar, jadi memang enak dan bahannya mudah ditemukan di dekat kita,” ungkapnya lagi. 

Sementara Agustina Surani, Ketua Rujukan SMK Kesehatan Binatama mengatakan pihak sekolah berupaya terus mengembangkan potensi siswa-siswi di berbagai bidang pengembangan ilmu kesehatan. Kedepan, pihak sekolah merencanakan adanya ekosistem bersama untuk mendekatkan potensi siswa dan lulusan ke masyarakat. 

“Kami sedang kembangkan aplikasi home care, jadi keluarga yang butuh perawat untuk lansia atau yang sakit. Jadi alumni kami bisa terfasilitasi keahliannnya sekaligus memastikan lapangan kerja mereka setelah lulus. Di sisi lain kami juga terus mengoptimalkan keunggulan sekolah,” tuturnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI