Siswa SMK Ikuti Branding Produk Lokal “Kraton Milea”

Editor: Agus Sigit

Sementara Hotel mitra PHRI yang memberikan pelatihan kepada peserta siswa SMK dalam kompetisi yaitu The Rich Jogja Hotel, Porta by The Ambarukmo, Grand Aston Hotel, @Home Premiere Timoho, 101 Hotel, HARPER Hotel Yogyakarta, The Jayakarta Hotel, Jambuluwuk Malioboro Hotel, Grand Mercure Yogyakarta, Phoenix Hotel, Alana Yogyakarta Hotel dan Grand Ambarukmo Hotel.

Pandemi Covid-19 memberi dampak langsung ke berbagai aspek ekonomi masyarakat, terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Banyak UMKM merosot omzetnya, namun, beberapa UMKM masih cukup kuat bertahan di antaranya sektor kuliner. UMKM menjadi salah satu penyangga perekonomian Indonesia. Terbukti ketika Indonesia mengalami dua kali krisis, UMKM yang paling mampu bertahan, salah satunya adalah produk lokal atau kuliner tradisional khas daerah Indonesia.

Siwi juga menyebut, keberadaan produk lokal atau kuliner tradisional meskipun mampu bertahan, namun beberapa di daerah Tanah Air terancam punah akibat makin sulitnya masyarakat mendapatkan makanan khas tersebut. Hal itu juga membuat nama kuliner khas daerah tertentu belum banyak dikenal. “Saat ini, beberapa kuliner tradisional makin jarang dijumpai karena berbagai rempah yang biasa menjadi bahan baku utama juga sulit ditemui.  Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan lambat laun kuliner tradisional punah,” sebut Siwi.

“Seperti di daerah Gunungkidul di mana ketersediaan singkong atau ketela melimpah, dengan kearifan lokal masyarakatnya. Bahan alam tersebut diolah menjadi berbagai jenis makanan untuk menjaga ketahanan pangan mereka sehingga tidak terlalu bergantung pada beras. Hal ini karena kondisi alamnya yang hingga saat ini kurang memungkinkan untuk memproduksi beras dengan jumlah banyak. Dengan kondisi tersebut diperlukan upaya branding produk lokal dengan harapan mampu mendukung keberadaan produk lokal yang saat ini terpinggirkan,” papar Siwi.

Pihaknya berharap, kegiatan “Branding produk lokal kuliner khas yang terpinggirkan” diharapkan akan menjadi salah satu bentuk daya ungkit menguatkan posisi produk lokal di masyarakat serta ikut dalam upaya mengenalkan filosofi kehidupan dalam proses pembuatannya hingga sampai menjadi makanan lokal atau makanan tradisional. (Sal)

 

 

BERITA REKOMENDASI