Siswa SMP Muhammadiyah Banguntapan Tak Boleh Ujian, Begini Pernyataan PWM DIY

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Beberapa hari terakhir mencuat persoalan beberapa siswa SMP Muhammadiyah Banguntapan Bantul yang tak bisa ikut ujian akhir semeseter karena menunggak uang masuk sekolah. Hal tersebut mendapat perhatian besar, bahkan Ombudsman RI perwakilan DIY menilai hal tersebut bertentangan dengan prinsip pelayanan publik bidang pendidikan.

Pertemuan antara Ombudsman dan orangtua siswa yang mengadukan situasi di SMP Muhammadiyah Banguntapan sudah dilakukan, di mana Ombudsman menemukan total lima siswa tak bisa ikut ujian akhir. Namun, muncul beberapa dampak ikutan karena siswa menjadi enggan untuk mengikuti ujian karena malu dengan teman-temannya.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY akhirnya angkat bicara terkait situasi yang terjadi sebenarnya. Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PWM DIY, Achmad Muhammad mengatakan adanya kesalahpahaman komunikasi antara sekolah dengan orangtua, bahwa tidak benar lima siswa dilarang untuk ikut ujian.

“Bukan tidak boleh karena itu layanan pendidikan tetap diberikan bahkan sekolah memberikan ruang untuk komunikasi, kalau ada permasalahan diselesaikan. Hari Kamis, pihak sekolah sudah menjemput ke rumah, itu bagian dari perhatian ingin memberikan pelayanan terbaik untuk kelima anak itu,” ungkapnya, Rabu (15/06/2022).

Achmad juga menjelaskan bawasanya ada komunikasi yang belum tuntas antara sekolah dan orangtua, namun situasi tersebut buru-buru mencuat ke luar karena adanya pengaduan melalui Ombudsman RI Perwakilan DIY. Hal itu diakui Achmad sudah terkomunikaai dengan baik setelah Ombudsman memfasilitasi pertemuan antara orangtua dengan kepala sekolah.

Pihaknya telah melakukan pemantauan langsung paska kejadian tersebut dan mendapati bahwa seluruh siswa sudah mengukuti ujian akhir tanpa tekanan secara psikologis. Ia menilai persoalan sudah diselesaikan secara baik dan menjadi pengalaman berharga untuk perjalanan ke depan.

Sementara, Kepala SMP Muhammadiyah Banguntapan Bantul, Riyanto, dalam pernyataan tertulis PWM DIY menyatakan memohon maaf atas ketidaknyamanan informasi di media massa beberapa waktu lalu. SMP Muhamamdiyah Banguntapan Bantul menurut dia berkomitmen membantu menyelesaikan administrasi keuangan siswa sebagaimana yang diberitakan media massa dan elektronik.

“SMP Muhammadiyah Banguntapan Bantul dan Muhammadiyah berkomitmen bersama-sama pemerintah membantu memberikan layanan pendidikan terutama bagi masyarakat yang tidak mampu yang belum bisa seluruhnya ditangani pemerintah secara langsung dikarenakan keterbatasan akses dan layanan. Kami juga berharap bahwa karena pendidikan pada dasarnya merupakan permasalahan bersama, maka dalam penyelenggaraan pendidikan dan penanganan setiap masalah pendidikan hendaknya mengedepankan sinergitas semua pihak,” pungkasnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI