Siul Kepada Perempuan, Itu Pelecehan

YOGYA (KRjogja.com) – Netizen di media sosial akhir-akhir ini sibuk membicarakan cat calling, yakni memanggil-manggil perempuan yang lewat di jalan dengan siulan atau kalimat menggoda. Lantas apakah cat calling termasuk kekerasan verbal terhadap perempuan juga?

Kepala Pusat Studi Wanita (PSW) Universitas Ahmad Dahlan Tri Wahyuni Sukesi SSi MPH mengatakan bahwa cat calling bukanlah kekerasan, melainkan pelecehan. "Pelecehan bisa menimbulkan rasa malu, korban boleh saja memprotes kenapa dia dibegitukan. Jika ada tindakan lebih lanjut dari sekedar cat calling, bisa saja timbul kekerasan. Ketika sudah menyakiti psikis, mengumpat, menghina hingga menimbulkan sakit hati, itu sudah termasuk kekerasan," ungkapnya.

Tri Wahyuni menyatakan tingkat kasus kekerasan di Yogyakarta masih tinggi, dan yang paling sering dilaporkan adalah kasus kekerasan fisik. Tidak dipungkiri bahwa kekerasan verbal juga sering terjadi.

Menyambut Hari Anti Kekerasan Internasional, Toegoe Jogja Festival di sepanjang Jalan P Mangkubumi atau Jalan Margo Utomo, Minggu (4/12/2016) dimeriahkan dengan pembacaan deklarasi Jogja Istimewa Tanpa Kekerasan.

Rangkaian acara tersebut merupakan kerjasama dari Pusat Studi Wanita Universitas Ahmad Dahlan (PSW UAD), FPKK Forum Penanganan Korban Kekerasan (FPKK) dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) Provinsi DIY.  

"Deklarasi ini mengajak untuk stop kekerasan terhadap perempuan, baik itu kekerasan verbal, fisik, maupun seksual. Sebenarnya kasus kekerasan juga banyak dilakukan pada perempuan terhadap laki-laki, hanya saja selama ini kurang terekspos," jelas Tri Wahyuni Sukesi.

Dari acara ini diharapkan bisa menggugah masyarakat Jogja untuk lebih sadar dan cerdas menyikapi kekerasan. Jika terjadi kasus kekerasan segeralah lapor, dikomunikasikan secara pribadi atau bantuan dari pihak yang lain. (Mg-5)

 

BERITA REKOMENDASI