SMK N 2 Yogya Menuju Menjadi SMK Berbasis Industri dan Keunggulan Wilayah

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – SMK Negeri 2 Yogyakarta menjadi salah satu dari 219 SMK di Indonesia yang masuk dalam program revitalisasi SMK oleh Pemerintah. Terkait hal tersebut, SMKN 2 Yogya kemudian mendapat bantuan dari pemerintah, salah satunya 'program 'Pengembangan SMK Berbasis Industri/Keunggulan Wilayah'.

Ketua Pelaksana Pengembangan SMK Berbasis Industri/Keungulan Wilayah, Maryuwono SPd mengatakan, dalam program ini, SMKN 2 Yogya memilih kompetensi keahlian Teknik Pemesinan untuk melaksanakannya. Teknik Pemesinan SMKN 2 Yogya kemudian bermitra dengan industri yakni PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (YPTI) yang bergerak di bidang pengecekan fixture, cetakan, injeksi plastik dan komponen presisi. 

"Program ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas pendidikan, yaitu pengelolaan SMK dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip kualitas yang diterapkan industri ke dalam proses pembelajaran untuk menghasilkan lulusan yang memiliki hard skill dan soft skill sesuai tuntutan kompetensi kerja yang dibutuhkan dunia industri," terang Maryuwono disela pameran pembelajaran kewirausahaan SMK berbasis industri di sekolah setempat, Jumat (14/12/2018).   

Selain pameran pembelajaran kewirausahaan SMK berbasis Industri, juga diadakan peluncuran produk berbasis industri dari PT YPTI dan diakhiri peresmian gedung praktik siswa Teknik Pemesinan. Menurut Maryuwono, kedepan SMKN 2 Yogya khususnya Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan akan membuka 'CAD/CAM Class' yang merupakan satu-satu yang ada di DIY. "CAD/CAM Class ini bertujuan mempersiapkan programmer dan operator di industri manufaktur untuk menghadapi era industri 4.0," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, Kadarmanta Basakara Aji mengatakan, SMK jangan hanya mengembangkan kemampuan akademik/teoritik siswa saja, namun juga menyiapkan siswa menguasai praktik dan memiliki ketrampilan yang dibutuhkan industri. "Oleh karena itu kita kembangkan teaching factory dan technopark di SMK dengan melibatkan dunia usaha dan dunia industri, supaya kompetensi lulusan sesuai dengan apa yang dibutuhkan industri," katanya. (Dev)

 

 

BERITA REKOMENDASI