SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta Terbitkan Antologi Esai ‘Monumen Pandemi’

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim Penggerak Literasi dari SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta mewakili seluruh penulis buku Antologi ‘Monumen Pandemi’ melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta selaku Ketua Satgas Covid-19. Dalam hal ini diwakili oleh Asisten I Setda DIY bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum, Sumadi SH MH di Kantor Kepatihan, Rabu (16/6)
lalu.

“Audiensi dan memohon arahan serta motivasi atas terbitnya buku Antologi Esai Monumen Pandemi ke masyarakat,” kata Esti Priyantini SS MPd BI, Kepala SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta kepada KRJOGJA.com, Sabtu (19/06/2021).

Pada pertemuan ini, Sumadi memberi semangat dan selamat atas terbitnya buku Antologi Monumen Pandemi. “Semoga nantinya para penulis bisa berkarya lebih baik lagi dan menularkan semangat literasi kepada teman sesama guru atau siswa serta lingkungannya. Kami berharap nantinya bisa menjadi inspirasi bagi orang yang ingin belajar menulis dan mempunyai karya tulis berupa buku,” ujarnya.

Hadir pula dalam pertemuan ini, Drs Bachtiar Nurhidayat selaku Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY beserta Mahujud SSos MSi. Selaku Kepala Pelaksana BPBD DIY juga memberikan apresiasi dan prestasi atas terbitnya sebuah karya antologi meski keadaan yang serba terbatas, tetapi semangat untuk menggerakkan literasi tidak pernah terbatas. Tim Penggerak Literasi SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta yang terdiri dari Nurani Handayani MPd, Dewi Istiqomah SE, Mita Septiana SPdGr dan Sugiyartono SPd. menambahkan, buku antologi Monumen

“Karya wali siswa ini merupakan karya kedua setelah buku antologi ‘Sketsa Pandemi’ sebagai tindak lanjut dari ide yang disampaikan oleh Wakil Walikota Yogyakarta selaku Ketua Satgas Covid Kota saat Milad Muhdasa 22 Desember 2020 lalu, ditandai dengan launching buku antologi karya siswa. Total buku yang sudah diterbitkan selama pandemi ini sebenarnya sudah ada 3, tetapi yang satu tidak bertema pandemi yaitu buku antologi oleh guru dan karyawan dengan berjudul ‘Embun Literasi’ (Jay).

 

 

 

BERITA REKOMENDASI