SMP N 12 Yogyakarta Raih Medali Emas Kompetisi Karya Ilmiah Internasional

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Tim visi Club Voxpayana SMP N 12 Yogyakarta berhasil membawa medali pada ajang perlombaan International Science and Invention Fair (ISIF) 2021. Mengalahkan berbagai negara, siswa SMP N 12 berhasil meraih dua medali Emas, dua medali perak dan satu medali perunggu.

Oktiana Dwi Astuti selaku pembimbing menjelaskan bahwa minat perlombaan sudah dilakukan sejak tahun 2020. Disituasi pandemi tersebut ia tetap merekrut siswa yang berminat untuk bergabung bersama visi Club. Ditengah situasi pandemi tentunya menjadi tantangan tersendiri,karena terbatas dalam melakukan aktivitas.

Mulai merangkak dari awal, SMP N 12 Yogyakarta konsisten mencoba satu persatu perlombaan. Meski tidak langsung mendapat juara tetapi tidak mematahkan semangat siswa dan Pembimbing untuk terus mencoba.

Hasil riset yang dilakukan berangkat dari permasalahan yang dirasakan sehari-hari. dimulai dari keresahan terhadap pandemi maka siswa membuat sistem Five In One Portal, yakni berupa mesin pengukur suhu tubuh manusia. selain digunakan sebagai media perlombaan, alat tersebut juga digunakan dan dimanfaatkan pada pintu masuk sekolah. Selain itu ada alat pendeteksi noise yang digunakan pada perpustakaan, sehingga jika terdapat suara yang melebihi desible tertentu akan tertangkap oleh sensornya.

Tak hanya soal teknik siswa juga melakukan riset tentang produk kesehatan dan sosial. Salah satunya seperti pemanfaatan biji ketapang, jika selama ini hanya dinilai sebagai tumbuhan yang kerap mengotori halaman sekolah, kini ketapang bisa dimanfaatkan, yaitu dengan menjadikan biji ketapang sebagai susu yang siap di minum.

Baca juga: Budaya Meneliti Guru dan Siswa Perlu Dikuatkan

Produk ini tentunya menjadi temuan baru yang bisa saja dijadikan pengganti susu sapi atau susu kedelai. Serta dari segi sosial siswa juga melakukan riset terkait permasalahan yang sering muncul dilingkungan sekitar. Seperti permasalahan yang dekat dengan siswa, yaitu mengenai pengaruh minat bejar siswa terhadap aplikasi Tiktok. Penelitian sosial tentunya berguna bagi kehidupan sehari-hari manusia sebagai mahkluk sosial.

Abdurrahman selaku kepala sekolah terus memberi dukungan dan menjamin bagi siswa dan guru yang mampu berkarya akan mendapat fasilitas dari sekolah. Kemenangan yang diperoleh diharapkan tidak membuat siswa cepat puas, terus menggali potensi dan mencoba mengikuti perlombaan lainnya. (*)

Alda Febrinela,

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

BERITA REKOMENDASI