SMP Negeri Apresiasi Zonasi Bibit Unggul

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sejumlah SMP di Kota Yogyakarta menyambut baik adanya zona bibit unggul dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020. Karena adanya zona bibit unggul tersebut, selain bisa membantu sekolah untuk mendapatkan siswa yang secara akademik bagus, diharapkan dapat memotivasi peserta didik yang lain lebih giat belajar dan meningkatkan prestasi.

Kendati demikian, supaya informasi terkait dengan zona bibit unggul itu bisa lebih maksimal, sekolah berharap sosialisasi kepada masyarakat bisa lebih ditingkatkan. “Saya kira wajar jika sempat ada kekhawatiran dari sejumlah pihak termasuk sekolah, kuotanya rentan tidak terpenuhi (terserap) karena pendaftar memilih di sekolah tertentu. Kendati demikian, secara pribadi saya menyambut baik adanya zona bibit unggul ini, karena nantinya lebih memudahkan siswa mendapatkan siswa yang secara akademik bagus. Keberadaan siswa tersebut, diharapkan bisa memotivasi siswasiswa lain untuk meningkatkan kualitas diri,” kata Kepala SMP Negeri 9 Yogyakarta, Sugiharjo MPd di Yogyakarta.

Sugiharjo mengungkapkan, kuota yang diperuntukkan dalam zona bibit unggul, sebanyak 20 persen dari total daya tampung. Mengingat total kuota kelas VII di SMPN 9 sebanyak 204, maka sekolahnya akan menerima 20 siswa baru dari zona bibit unggul.

Meski sempat ada kekhawatiran, kuota tersebut tidak akan terpenuhi, namun pihaknya tetap optimis. Pasalnya berdasarkan pengalaman, animo siswa yang ingin masuk lewat jalur prestasi tergolong cukup tinggi.

Sedangkan Kepala SMPN 15 Yogyakarta Siti Arina Budiastuti MPd BI menyebutkan, adanya kuota bibit unggul 10% dari kuota siswa baru berharap bisa mendapatkan siswa yang secara akademik lebih bagus karena terlebih dahulu sudah melalui seleksi di SD. Arina berharap bisa memenuhi kuota yang dipersiapkan.

Adapun untuk seleksi bibit unggul ditangani langsung oleh Dinas Pendidikan Kota Yogya bekerja sama dengan SD. “Meskipun bukan pilihan pertama kami tetap akan memberikan layanan sebaik-baiknya,” kata Arina, seraya menambahkan, siswa yang menonjol pada bidang non akademik juga bisa untuk mengangkat nama sekolah.

Terpisah Waka Kesiswaan SMPN 4 Yogyakarta Nafsii Priyanto SPd menjelaskan, kuota bibit unggul itu yang menangani Dinas Pendidikan bekerja sama dengan SD. Pihak SMP hanya tinggal menerima. Tetapi pihaknya optimis akan mendapatkan bibit yang lebih baik, karena mereka sebetulnya sudah melalui seleksi di SD-nya masing-masing. (Ria/War)

BERITA REKOMENDASI