SMPN 5 Yogyakarta Lakukan Metode Hybrid

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – SMPN 5 Yogyakarta siap lakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dimasa pandemi dengan menggunakan sistem Hybrid. Hal ini berarti tidak seluruh siswa hadir tatap muka disekolah.

Dijelaskan Humas SMPN 5 Yogyakarta, Aryani Arta Kristanti dari 950 siswa yang diperbolehkan hadir hanya sekitar 50% saja. Hal ini sesuai dengan kesepakatan dan izin walimurid dari hasil rapat bersama para guru.

“Kita hanya menekankan pada murid yang diizinkan oleh orangtua, maka yang tidak mendapat izin bisa mengikuti pelajaran secara online. Sekolah sudah mensuport baik sinyal maupun teknologi, sehingga guru dapat mengajar baik untuk yang luring dan daring secara bersamaan,” ungkapnya, Senin (20/09/2021).

Meskipun sudah 87% siswa di vaksin, namun vaksin bukanlah menjadi syarat siswa untuk mengikuti PTM. Sehingga siswa yang belum vaksin tetap bisa mengikuti PTM dengan surat izin dari orangtua.

Aryani menambahkan siswa hadir disekolah secara bergantian, dengan kapasitas 16 orang per kelas. Siswa urutan 1 – 16 akan hadir pada hari Senin sedangkan urutan berikutnya akan hadir di hari berikutnya pula.

Proses belajar mengajar juga dilakukan selama 6 jam pelajaran saja. Satu jam pelajaran ada 30 menit, sehingga total belajar selama tiga jam dalam sehari.

Persiapan sekolah dalam menyambut siswa ditengah pandemi dinilai cukup ketat. Sekolah telah menyediakan berbagai keperluan protokol kesehatan, penyediaan UKS dan perawat, serta bekerja sama dengan puskesmas setempat.

“Kita membatasi kegiatan yang menyebabkan terjadinya kerumunan, untuk kantin belum dibuka dan siswa dianjurkan membawa makanan sendiri dari rumah. Sebelum pulang kita juga melakukan screening lagi dengan mengukur suhu tubuh siswa, ketika pulang juga dibuat bergantian, jadi tidak menimbulkan kerumunan,” ujar Aryani.

Alda Febrinela
Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga

BERITA REKOMENDASI