SMPN 8 Yogyakarta Sarat Prestasi

MENDENGAR nama SMP Negeri 8 Yogyakarta, bayangan langsung tertuju pada sekolah di tengah kota yang sarat prestasi baik di bidang akademik dan nonakademik. Hal tersebut tidak berlebihan. Sebab, sejumlah prestasi tingkat lokal, nasional dan internasional kerap diraih sekolah yang berada di Jalan Prof Dr Kahar Muzakir 2 Yogyakarta ini.

"SMPN 8 Yogyakarta merupakan sekolah berwawasan lingkungan yang mampu membentuk siswa-siswinya untuk menjadi manusia yang relijius, rasional, reflektif, teknologis, prospektif, responsif dan komunikatif," tutur Kepala SMPN 8 Yogyakarta Dra Nuryani Agustina MPd, Sabtu (07/10/2017).

Karena itu, kata Nuryani sesuai visi misi tersebut, SMPN 8 Yogyakarta merupakan sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius karena di kesehariannya selalu menyelenggarakan doa sebelum pelajaran dimulai. Bagi yang beragama Islam menjalani tadarus bersama. Untuk siswa-siswi yang beragama Katholik, Kristen dan Hindhu juga berdoa bersama di ruangan masing-masing. Dengan demikian sebelum proses belajar mengajar terwujud suasana yang kondusif dan penuh iman takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut Nuryani, pendidikan di SMPN 8 ditujukan guna mempersiapkan sumber daya manusia yang tangguh sehingga mampu hidup selaras dalam perubahan globalisasi. Sekolah sebagai ujung tombak harus memiliki arah pengembangan jangka panjang dengan tahapan pencapaian yang jelas dan tetap mengakomodir tuntutan permasalahan faktual kekinian yang ada di masyarakat.

Baca Juga :

Bakti Sosial Semarakkan Temu Lintang Alumni SMPN 8 Yogya

BHA Wadah Alumni Berbakti untuk Almamater

Meski kerap meraih prestasi membanggakan, tapi keluarga SMPN 8 diharap tetap tertunduk seperti padi yang ranum dan selalu ramah dengan sesama. Sehingga tidak heran, banyak lulusan SMPN 8 menjadi orang yang berhasil membentuk karakternya menuju masa depan yang cerah sesuai harapan.

Sementara itu, merunut dari data yang dirilis Dikdasmen Kemendikbud RI, SMPN 8 Yogyakarta memiliki kelengkapan data SK Pendirian Sekolah: 187/SK/B/11/111/60 dengan Tanggal SK Pendirian: 1960-05-25, SK Izin Operasional: 187/SK/B/11/111/60 dan Tanggal SK Izin Operasional: 1960-05-25.

Pada awalnya gedung SMPN 8 Yogyakarta merupakan Gedung Neutraale MULO (sekolah setingkat SMP dengan pengantar bahasa Belanda) yang berada di Jalan Jati No 2 Yogyakarta (sekarang Jalan Prof Dr Kahar Muzakkir). Pada masa pendudukan Jepang, tepatnya 1 April 1943, gedung ini dipergunakan sebagai tempat pendidikan Sekolah Guru Putri (SGP) atau SGB II dibawah pimpinan Sri Umiyati, adik pendiri organisasi Budi Utomo, Dr Sutomo. Pada Clash II hingga Yogyakarta diduduki Belanda, SGP ditutup sejak 18 Desember 1948 hingga 29 Juni 1949. Baru dibuka kembali pada 8 Agustus 1949. 
Gedung ini dulu juga pernah digunakan pertemuan Jenderal Soedirman pada perang mempertahankan kemerdekaan. Ruang aula juga pernah dipakai tempat pelantikan Jenderal Soedirman. Dalam perkembangannya, bangunan ini digunakan untuk SMPN 7 Yogyakarta dan kemudian digunakan sebagai gedung SMPN 8 Yogyakarta sampai sekarang.
Pada 1954, Gedung SMPN 8 Yogyakarta berdiri di atas tanah berukuran 9567 meter persegi. Ketika itu, bangunan tersebut sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan Sekolah Guru Putri (SGP). Kemudian pada 1956, SGP berubah menjadi SGB II (Sekolah Guru Biasa). Ketika itu, tampuk kepemimpinan sekolah dipegang Samidjo Hadi Supatmo BA. Setelahnya pada 1 Agustus 1960, gedung

SGB II berganti menjadi tempat SMP Negeri 8 Yogyakarta dengan Ny Mandoyo Dewono sebagai kepala sekolah pertama dengan masa jabatan sekitar 10 tahun. Pada 1970, digantikan Drs Soewondo Dwiatmojo yang memegang jabatan kepala sekolah selama 12 tahun sehingga menjadi periode terpanjang dalam sejarah sekolah ini.

Masa kepemimpinan Soewondo Dwiatmojo berakhir pada pada 31 Maret 1982 yang lantas digantikan Drs Suyadi dengan lama jabatan 6 tahun 10 bulan dan 16 hari. Terhitung 16 Februari 1989, kepemimpinan berpindah pada Drs Suraji selama 3,5 tahun hingga posisinya diganti Drs Soenarto sejak 8 Agustus 1992 hingga 16 September 1994. 
Selepas itu, estafet berpindah pada Soetarman BA yang menjabat 5 tahun hingga 9 Februari 1999. Penggantinya Drs H Mas’udi Asy MPd menjabat selama sembilan tahun. 
Selama itu, SMPN 8 Yogyakarta mengalami perkembangan yang dirasa sangat berarti bagi seluruh civitas akademika. Beberapa infranstruktur dibangun, seperti masjid sekolah yang dapat menampung sekitar 75 persen warga sekolah yang berjumlah lebih 1.100 jiwa. Selain itu, selama masa kepemimpinan Mas’udi Asy pula SMPN 8 Yogyakarta naik tingkat menjadi Sekolah Standar Nasional pada tahun ajaran 2004/2005. Bahkan, SMP N 8 Yogyakarta juga terakreditasi ‘amat baik’.

Kepemimpinan beralih ke Pardi HS SPd sejak 2008. Di era ini mulai dijalankan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Namun pada 2011, Pardi HS pensiun dan digantikan sementara Drs Martoyo selama beberapa bulan. Pengganti tetapnya H Suharno SPd SPdT MPd sekitar pertengahan 2011 hingga April 2016. Sejak saat itulah kepemimpinan Kepala Sekolah di SMP Negeri 8 Yogyakarta digantikan Dra Nuryani Agustina MPd hingga saat ini. (Feb)

BERITA REKOMENDASI