Soal Atribut Natal, Pengusaha Mall Tidak Paksa Karyawan

YOGYA (KRjogja.com) – Tidak ada unsur paksaan dalam mengenakan atribut natal bagi karyawan.  pengusaha pusat belanja dan Mall menyerahkan keputusan pada karyawan sendiri.

"Kami tidak mewajibkan karyawan untuk mengenakan atribut natal, seperti mengenakan topi sinterklas. Tetapi nuansa natal dengan dekorasi natal yang meriah tetap dilakukan manajemen sebagai bagian dari upaya menggairahkan bisnis di akhir tahun yang bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru," papar Direktur Utama Jogja City Mall Soekeno ketika dikonfirmasi KRjogja.com, Kamis (22/12/2016).

Soekano menyebutkan dari pengamatannya, karyawan yang mengenakan topi natal atau atribut natal happy-happy saja ndak masalah. "Mereka mengenakan dengan sukarela dan kalaupun ada karyawan yang tidak mau, tidak masalah," paparnya.

Soekeno menyebutkan atribut Natal di pusat belanja, Mall saat Desember masa Natal dan menjelang Tahun Baru sudah menjadi bagian dari tradisi industri dan bisnis, bukan merupakan ritual keagamaan.
"Ketika berkunjung ke pusat belanja di Dubai UEA pun akan kita temukan atribut Natal, dan tidak ada masalah dari masyarakat Arab," papar Soekeno.

Sementara pengelola Mall lain yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan tidak perlu diperdebatkan soal Fatwa MUI, dan dikembalikan saja ke masing-masing karyawan.

"Suasana Natal memang mendominasi, kami menghormati keyakinan karyawan, jadi tidak ada paksaan, semua berjalan biasa saja seperti tahun sebelumnya," paparnya. (*-2)

 

BERITA REKOMENDASI