Soal Demo Ricuh di Malioboro, Sultan Sebut Bukan Itikad Warga Yogya

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Aksi unjukrasa di Jalan Malioboro tepatnya depan gedung DPRD DIY, Kamis (08/10/2020) berakhir ricuh. Gedung dewan, mobil, motor, kios PKL dan bahkan sebuah cafe rusak luluh lantak akibat aksi yang menjurus brutal siang hingga sore hari tadi.

Massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat sejak siang hari berusaha masuk merangsek ke dalam kantor dewan. Namun sayangnya, mereka tak puas berorasi saja tetapi langsung melempar berbagai benda ke dalam halaman DPRD yang membuat aparat kepolisian bertindak.

Situasi beberapa kali sempat mereda, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana bahkan sempat menjawab keberpihakan menolak UU Omnibuslaw Cipta Kerja di depan massa. Namun, menjelang sore massa yang sudah terlanjur emosi terus berusaha menyerang merangsek yang kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata oleh polisi.

Beberapa massa aksi diamankan, beberapa dibawa ke kantor polisi dan beberapa harus menepi ke rumah sakit akibat cidera saat beraksi. Namun, kerugian ekonomi juga dirasakan para PKL dan pemilik lapak di Malioboro yang dipaksa libur lagi satu hari akibat aksi tak terkondisi.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Polisi Purwadi Wahyu Anggoro sempat mengatakan ada pihak-pihak tertentu yang berada di balik aksi unjukrasa, hanya saja tak disebutkannya. Ia melihat, aksi tersebut bukan murni milik mahasiswa dan bahkan peserta aksi pun kewalahan menerka dari mana kehadiran massa yang bergabung demonstrasi tersebut.

“Seperti rekan-rekan lihat sendiri, ini tidak mencerminkan orang-orang Yogya yang sebenarnya. Saya kaget sekali, dulu 98 saja tidak seperti ini, kok sekarang bisa begini. Itu tulisan-tulisan juga benar-benar memprihatinkan sekali,” ungkap Kapolresta usai berhasil memukul mundur massa aksi.

Gubernur DIY yang juga Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X juga angkat bicara setelah melihat situasi yang tak menyenangkan di pusat Kota Yogyakarta yang dipimpinnya. Sultan pun menyampaikan himbauan agar kelompok masyarakat tak berbuat anarkis di kotanya sendiri.

“Yogyakarta dengan masyarakatnya tidak pernah punya itikad untuk membangun anarki, untuk aktivitas yang dilakukan oleh  kelompok-kelompok masyarakat. Saya Hamengku Buwono X mengimbau dan berharap kepada warga kelompok-kelompok masyarakat. Bukan karakter kita untuk berbuat anarkis di kotanya sendiri,” ungkap Sultan melalui rekaman yang dikirimkan Humas Pemda DIY. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI