Soal Kuliah Tatap Muka, UGM ‘Wait and See’

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kasus positif Covid-19 di DIY yang masih fluktuatif, menuntut pengelola perguruan tinggi (PT), termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM) harus lebih hati-hati. Untuk itu selama satu semester ini UGM menerapkan sistem kuliah daring atau online. Rencananya setelah ujian tengah semester (UTS), UGM akan melihat perkembangan pandemi Covid-19.

“Kalau kondisi sudah baik, kita mulai tatap muka dengan model shift. Sebaliknya kalau kondisinya belum memungkinkan dan penyebarannya masih tinggi, perkuliahan akan tetap dilakukan secara daring,” kata Rektor UGM Prof Panut Mulyono di Kompleks Kepatihan, Senin (28/9).

Menurut Panut, UGM telah menerapkan kuliah tatap muka khusus mata kuliah atau syarat lulus yang mengharuskan praktikum. Semua itu semata-mata agar tidak menunda-nunda kelulusan mahasiswa tingkat akhir di UGM.

Sementara itu, kasus sembuh dan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sama-sama mengalami kenaikan signifikan dari data hasil laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit (RS) Rujukan Covid-19 di DIY. Kasus sembuh bertambah sebanyak 54 kasus dengan demikian total jumlah kasus sembuh mencapai 1.797 kasus, sedangkan kasus positif Covid-19 bertambah 39 kasus positif sehingga total kasus positif di DIY menjadi sebanyak 2.558 kasus.

“Tambahan kasus sembuh ini mayoritas berdomisili di Sleman sebanyak 47 orang, lalu Kota Yogyakarta sebanyak 6 orang dan Gunungkidul sebanyak 5 orang,” jelas Juru Bicara (Jubir) Pemda DIY untuk penanganan virus Korona Berty Murtiningsih di Yogyakarta, Senin (28/9).

UGM

BERITA REKOMENDASI