Soal New Normal Jogja, Prof Koentjoro Ingatkan Jangan ‘mburu uceng kelangan deleg’

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Ketua Dewan Guru Besar, Universitas Gadjah Mada (DGB UGM) Prof Drs Koentjoro MBSc PhD mengatakan perlunya kehati-hatian dan kajian mendalam oleh Pemerintah Daerah DIY terkait wacana melonggarkan pembatasan atau bahkan mempersiapkan untuk masuk fase kenormalan baru (the new normal). Dikhawatirkan keputusan pelonggaran itu justru menimbulkan gelombang baru atau puncak baru penularan Covid-19 yang dampaknya lebih besar dibanding sebelumnya.

Menurut Koentjoro, banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan pelonggaran pembatasan. Antara lain perlu meminta pendapat para ahli epidemologi, kapan sebaiknya pelonggaran tersebut dilakukan. Meskipun di DIY jumlah kasus positif Covid-19 cenderung menurun, tapi angkanya masih tinggi.

“Jangan gegabah, dipersiapkan yang benar, dikaji betul, jangan sampai seperti peribahasa Jawa ‘mburu uceng kelangan deleg’ atau mengejar sesuatu yang kecil tetapi kehilangan miliknya yang lebih besar,” tuturnya, Kamis (4/6).

Pertimbangan yang lain, kata Prof Koentjoro adalah seberapa bagus daya tahan tubuh (imunitas) masyarakat Yogyakarta menangkal Covid-19. Kemudian perlu dipersiapkan protokol kesehatan yang jelas. Jika protokol kesehatannya sudah siap, sejauhmana kedisiplinan masyarakatnya untuk menerapkan protokol kesehatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak kalah penting, bagaimana sistem perlindungan untuk kelompok rentan (lansia dan orang dengan penyakit penyerta), juga kesiapan rumah sakit atau sistem kesehatannya. “Kalau rumah sakit siap menampung jika terjadi lonjakan pasien, ya silakan (dibuka pelonggaran). Tapi kalau belum siap, itu amat berbahaya,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI