Soal Pemugaran Jokteng, Sosialiasi Tunggu Instruksi Disbud DIY

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Warga yang tinggal di area seputaran bekas pagar tembok Baluwarti atau Pojok Beteng (Jokteng) Kraton Yogyakarta sebelah Timur Laut mengaku cemas dan khawatir dengan rencana pemugaran yang akan dilakukan Pemda DIY. Mereka meminta Pemda DIY segera melakukan sosialisasi dan kejelasan nasib warga yang bakal terdampak pemugaran tersebut.

Lurah Panembahan Kraton Purnama mengaku pihaknya perlu koordinasi dan komunikasi dengan perangkat di wilayah yakni RT maupun RW. Hal ini lantaran mereka lebih mengetahui secara persis data warga 'by name' yang menempati kawasan jeron beteng. Terutama warga yang terdampak penataan yang hendak dilakukan oleh Pemda DIY. 

"Leading sectornya ialah Dinas Kebudayaan DIY. Kami selaku pemangku wilayah kalau untuk sosialisasi dan fasilitasi dengan warga juga siap. Kami juga harus 'matur' dengan warga. Terutama yang terdampak, ke depan harus bagaimana," tandasnya.

Tembok Jokteng Bakal Dipugar, Warga Cemas Kena Gusur

Terkait jumlah warga yang terdampak, baru bisa diketahui setelah ada gambar penataan. Terutama warga di kawasan jeron beteng yang menempati bekas pelataran. Dari gambar tersebut maka bisa dipetakan warga yang terdampak.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR) DIY Kundha Niti Mandala sarta Tata Sasana Krido Suprayitno menyampaikan pihaknya bertugas melakukan inventarisasi umum kepemilikan lahan di seputaran Jokteng Timur Laut Kraton Yogyakarta yang rencananya akan dikembalikan seperti semula. Inventarisasi tersebut akan menggunakan data yang sudah ada baik dari BPN maupun data-data pendukung lainnya yang sudah dimulai dan diharapkan sudah selesai dalam bulan ini.

"Kita baru akan melakukan validasi mulai April 2019 setelah hasil inventarisasi tersebut selesai. Tahapan inventarisasi hingga validasi tersebut sesuai amanah dari Perdais. Selanjutnya dari hasil validasi data lalu kita akan kaji termasuk adanya informasi-informasi yang harus ditindaklanjuti," tutur Krido kepada 'KR'.

Krido menambahkan hasil dari kajian validasi data yang dilakukan pihaknya akan disampaikan kepada Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY yang akan menyusun kajian kajian dan penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada tahun ini. Dari hasil kajian tersebut, Disbud DIY baru akan melakuan sosialisasi kepada warga yang berada di area yang akan dipugar tersebut. (*/KR)

BERITA REKOMENDASI